BENGKULU — Presiden Shopify, Harley Finkelstein, mengungkapkan bahwa AI kini menjadi pelengkap pencarian, bukan substitusi. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pendapatan kuartal kedua perusahaan, menegaskan bahwa teknologi AI memberikan dampak positif bagi para pedagang, terutama merchant kecil yang menjadi mayoritas pelanggan Shopify.
Data internal menunjukkan trafik dan pesanan yang dirujuk AI ke toko-toko Shopify tumbuh tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Yang menarik, pertumbuhan ini tidak mengurangi porsi trafik dari Google.
Mengapa AI Justru Menguntungkan E-commerce?
Finkelstein menjelaskan perbedaan mendasar cara kerja mesin pencari konvensional dengan agen AI. Mesin pencari tradisional meranking halaman berdasarkan popularitas kata kunci, sementara agen AI melakukan pencarian multi-dimensi terhadap katalog produk Shopify.
"Saat pembeli bertanya pada asisten AI tentang kursi mobil terbaik untuk tiga anak di sedan, pencarian tradisional hanya fokus pada kata kunci 'kursi mobil'. Agen AI memahami kebutuhan aktual, dimensi, tipe kendaraan, dan kebutuhan tiga unit sekaligus," ujar Finkelstein.
Kemampuan ini menghasilkan konversi yang lebih baik. Separuh dari sesi yang dirujuk AI langsung mendarat di halaman deskripsi produk, angka ini 2,5 kali lebih tinggi dibandingkan trafik dari pencarian tradisional.
Selain itu, 75 persen pembelian yang diatribusikan ke AI pada kuartal kedua terjadi di luar 100 kategori teratas. Area ini disebut Shopify sebagai "sweet spot" yang selama ini sulit dijangkau lewat pencarian kata kunci.
Posisi Google Tetap Kuat
Meski AI menunjukkan pertumbuhan pesat, Finkelstein menegaskan mesin pencari konvensional masih menjadi sumber trafik terbesar. Sesi pencarian tradisional naik 1,3 kali lipat dalam dua tahun terakhir dan menyumbang sekitar sepertiga dari seluruh sesi toko.
Kondisi ini kontras dengan industri penerbitan digital. Ringkasan AI di hasil pencarian telah menurunkan rasio klik (click-through rate) secara terukur, yang berujung pada penurunan trafik dan pendapatan iklan.
Shopify sendiri disebut diuntungkan oleh kepercayaan konsumen pada sistem checkout mereka. Perusahaan juga telah membangun konektor ke berbagai platform AI seperti Claude, ChatGPT, Perplexity, Manus, Replit, dan Vercel, termasuk platform vibe-coding seperti Lovable.
Kinerja Keuangan Kuartal Kedua
Pendapatan Shopify mencapai USD 3,6 miliar, melampaui perkiraan Wall Street sebesar USD 3,4 miliar. Laba operasional kotor naik 31 persen menjadi USD 1,71 miliar, juga lebih tinggi dari proyeksi analis di angka USD 1,63 miliar.
Bagi pelaku e-commerce, data ini menegaskan bahwa strategi optimasi tidak bisa lagi hanya bertumpu pada SEO tradisional. Kehadiran produk di platform AI menjadi faktor pembeda, terutama untuk produk niche yang sulit bersaing di halaman pertama Google.