Pencarian

Encore AI Kantongi Pendanaan Rp 480 Miliar untuk Kembangkan Agen AI dari Data Panggilan Pelanggan

Kamis, 30 Juli 2026 • 01:37:02 WIB
Encore AI Kantongi Pendanaan Rp 480 Miliar untuk Kembangkan Agen AI dari Data Panggilan Pelanggan
Pendiri dan CEO Encore AI, Dvir Ginzburg, menjelaskan mekanisme agen suara bertenaga AI di sela-sela pengumuman pendanaan Seri A senilai USD 30 juta.

BENGKULU — Encore AI, startup yang dulunya bernama Insait IO, resmi mengumumkan pendanaan Seri A senilai USD 30 juta. Putaran ini dipimpin oleh Team8, dengan partisipasi Planven, Lukatz, Garage, serta sejumlah bank dan perusahaan asuransi yang juga merupakan klien mereka. Perusahaan yang didirikan CEO Dvir Ginzburg pada 2022 ini berfokus pada pembuatan agen suara bertenaga AI yang bisa bekerja berdampingan dengan tim customer support dan sales—atau beroperasi secara otonom.

Bagaimana Cara Kerja "Interaction Mining"?

Alih-alih melatih AI dengan data sintetis, Encore AI menggunakan pendekatan yang disebut Ginzburg sebagai "interaction mining." Platform mereka mengumpulkan rekaman panggilan, email, dan pesan teks dari interaksi nyata antara staf perusahaan dengan pelanggan. Data itu kemudian disambungkan dengan sistem CRM untuk dipecah menjadi tahapan-tahapan percakapan.

Dari sana, sistem menganalisis bagian mana dari percakapan yang berhasil mendorong proses penjualan dan bagian mana yang gagal. Hasil analisis ini dijadikan "playbook" untuk melatih agen AI. "Kadang agen kami bahkan menceritakan lelucon yang sama seperti yang diceritakan relationship manager, atau memberikan anekdot dan contoh yang sama," ujar Ginzburg dalam wawancara eksklusif dengan TechCrunch.

Lebih dari Sekadar Asisten, Bisa Jadi "Co-Pilot"

Agen buatan Encore AI tidak hanya bisa berkomunikasi langsung dengan pelanggan lewat suara atau teks. Platform ini juga bisa berperan sebagai asisten bagi staf manusia, memberikan rekomendasi respons dan taktik yang tepat di tengah percakapan berlangsung. Dengan kata lain, agen ini berfungsi seperti "co-pilot" yang mengingatkan teknik terbaik yang sudah terbukti berhasil di tim sales atau support perusahaan tersebut.

Ginzburg menjelaskan, pendekatan ini memungkinkan perusahaan mengidentifikasi titik lemah dalam proses layanan pelanggan mereka. "Agen yang kami bangun adalah paket dari banyak playbook berbeda yang sudah terbukti berhasil selama proses interaksi," tambahnya.

Pendapatan Naik 5 Kali Lipat, Target Sektor Finansial

Saat ini, Encore AI mengklaim memiliki lebih dari 40 klien enterprise di seluruh dunia, dengan mayoritas berasal dari institusi keuangan. Ginzburg mengungkapkan bahwa pendapatan tahunan berulang (ARR) perusahaan telah meningkat lebih dari 5 kali lipat sejak putaran pendanaan tahap awal (seed) kurang dari 18 bulan lalu. Meski begitu, ia enggan menyebutkan angka pendapatan atau valuasi pasti.

Menariknya, beberapa institusi keuangan yang ikut dalam putaran investasi ini adalah klien yang lebih dulu menggunakan produk Encore AI sebelum memutuskan untuk menanamkan modal. Startup berencana menggunakan dana segar ini untuk memperkuat operasional penjualan di AS dan menyebarkan platformnya ke lebih banyak bank dan perusahaan asuransi besar.

Tantangan dari Raksasa CRM: Salesforce hingga HubSpot

Meski pasar agen AI untuk layanan pelanggan masih baru, Encore AI tidak sendirian. Raksasa CRM seperti Salesforce, SAP, Zoho, dan HubSpot juga bisa membangun kemampuan AI serupa dari data pelanggan mereka sendiri. Namun, Ginzburg yakin akses ke data saja tidak cukup.

"Pemain terbesar yang kami hadapi tidak melihat riwayat percakapan sebagai data point yang mereka manfaatkan. Agar mereka bisa mulai meminta data percakapan dari karyawan mereka saat ini, mereka harus mengubah seluruh implementation stack dan technological stack mereka," tegas Ginzburg. Menurutnya, fondasi Encore AI yang sejak awal dibangun di atas data percakapan historis menjadi keunggulan kompetitif yang sulit ditiru oleh para raksasa yang sudah memiliki infrastruktur mapan.

Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks