TENGARAN — Semangat kebersamaan mewarnai pembangunan rumah Mbah Tupar di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran. Personel Satgas TMMD Reguler ke-129 dan warga setempat bahu-membahu memindahkan material bangunan menggunakan metode estafet.
Metode estafet dilakukan dengan saling meneruskan batu hebel dari satu orang ke orang lainnya hingga tiba di lokasi pemasangan. Cara ini dinilai lebih efektif dan efisien dibandingkan mengangkut material satu per satu secara manual dari tempat penyimpanan.
Efisiensi Tenaga dan Waktu
Dengan sistem estafet, para personel dan warga tidak perlu berjalan bolak-balik membawa beban berat. Proses ini menghemat tenaga sekaligus mempercepat tahapan pembangunan rumah Mbah Tupar.
Suasana penuh semangat terlihat sepanjang kegiatan. Tanpa mengenal lelah, mereka bekerja secara kompak. Metode ini juga memperlihatkan kekompakan antara TNI dan masyarakat dalam menyelesaikan sasaran fisik program TMMD.
Bukti Nyata Kebersamaan
Gotong royong yang terjalin menjadi bukti bahwa kebersamaan merupakan kekuatan utama dalam setiap pelaksanaan TMMD. Melalui kerja sama yang solid, setiap tahapan pembangunan dapat diselesaikan dengan lancar.
Kegiatan ini sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat di Desa Cukil. Interaksi langsung di lapangan menciptakan kedekatan yang tidak bisa dibangun hanya melalui pertemuan formal.
Target Penyelesaian Pembangunan
Pembangunan rumah Mbah Tupar diharapkan selesai sesuai target yang telah ditentukan. Program TMMD Reguler ke-129 tidak hanya bertujuan membangun infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
Manfaat program ini diharapkan benar-benar dapat dirasakan oleh warga Desa Cukil. Rumah yang layak huni akan memberikan kenyamanan bagi Mbah Tupar, seorang warga lanjut usia yang selama ini tinggal di tempat kurang memadai.