Pencarian

Pemkab Bengkulu Tengah Hentikan Sementara Program Seragam Sekolah Gratis untuk 2.445 Pelajar, Begini Nasibnya di 2027

Jumat, 07 Agustus 2026 • 16:20:31 WIB
Pemkab Bengkulu Tengah Hentikan Sementara Program Seragam Sekolah Gratis untuk 2.445 Pelajar, Begini Nasibnya di 2027
Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto menyampaikan penghentian sementara program seragam sekolah gratis dalam konferensi pers di Bengkulu, Jumat.

BENGKULU — Program seragam dan perlengkapan sekolah gratis yang menjadi unggulan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah dipastikan berhenti sementara pada tahun 2026. Kebijakan ini diambil setelah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) setempat tidak lagi mampu membiayai program yang telah berjalan selama tiga tahun terakhir.

Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto mengakui penghentian ini merupakan keputusan yang berat. Pasalnya, program tersebut selama ini menjadi garda terdepan untuk mencegah anak-anak di daerahnya putus sekolah karena faktor ekonomi.

"Pemberian seragam dan perlengkapan sekolah gratis ini merupakan program prioritas saya dan Wakil Bupati Bengkulu Tengah. Kami ingin memastikan semua anak di Bengkulu Tengah jangan sampai ada putus sekolah, karena tidak mampu membeli seragam dan perlengkapan sekolah," kata Rachmat di Bengkulu, Jumat.

2.445 Pelajar Terdampak, Disdikbud Mulai Petakan Kebutuhan

Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bengkulu Tengah mencatat, pada tahun 2025 sebanyak 2.445 pelajar menerima bantuan program ini. Rinciannya, 1.555 siswa SD dan 890 siswa SMP.

Meski dihentikan tahun depan, pemkab tidak tinggal diam. Disdikbud kini tengah menyusun kebutuhan anggaran sekaligus melakukan pendataan ulang calon penerima manfaat. Langkah ini ditempuh agar program bisa langsung dieksekusi begitu kondisi fiskal daerah membaik.

"Jika anggaran ada, maka di tahun 2027 program bantuan seragam dan perlengkapan sekolah gratis ini kami gerakkan lagi. Karena program ini salah satu program unggulan kami," ujar Rachmat.

Mengapa Anggaran 2026 Tak Mampu?

Rachmat tidak merinci secara gamblang pos belanja mana yang membuat APBD 2026 jebol. Namun, ia memberi sinyal bahwa prioritas belanja daerah tahun depan akan lebih difokuskan pada kebutuhan yang lebih mendesak dan berdampak langsung pada layanan publik.

Kondisi fiskal yang terbatas ini memaksa pemkab untuk memilah program mana yang harus berjalan dan mana yang bisa ditunda. Untuk tahun 2027 sendiri, pemkab belum bisa memastikan apakah program ini kembali berjalan, sebab semuanya bergantung pada kemampuan APBD daerah.

Kebijakan ini tentu menjadi catatan tersendiri bagi orang tua siswa di Kabupaten Bengkulu Tengah. Mereka yang selama tiga tahun terbantu meringankan beban belanja sekolah kini harus kembali menyiapkan anggaran sendiri untuk seragam dan perlengkapan anak-anaknya di tahun ajaran baru 2026.

Follow lintasbengkulu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bengkulu.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks