Pencarian

IHSG Menguat 0,61% ke 6.448 pada Pembukaan, Sektor Basic Materials Pimpin Kenaikan

Senin, 10 Agustus 2026 • 09:58:31 WIB
IHSG Menguat 0,61% ke 6.448 pada Pembukaan, Sektor Basic Materials Pimpin Kenaikan
IHSG dibuka menguat 0,61% ke level 6.448 pada awal perdagangan, dengan sektor basic materials memimpin kenaikan.

BENGKULU — Data perdagangan hingga pukul 09.00 WIB menunjukkan indeks dibuka di level 6.440,60 dan sempat menyentuh titik tertinggi harian di 6.452,74. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp253,45 miliar dengan volume 5,24 juta lot dan frekuensi 55.430 transaksi.

Mayoritas sektor saham menghijau pada awal sesi. Sektor basic materials memimpin dengan kenaikan 1,01%, disusul sektor keuangan yang naik 0,83% dan sektor cyclical sebesar 0,81%. Sektor energi dan infrastruktur masing-masing menguat 0,74%. Satu-satunya sektor yang terkoreksi adalah transportasi dengan pelemahan tipis 0,22%.

Saham Gocap dan Big Cap Jadi Penggerak Utama

Saham-saham berkapitalisasi kecil mendominasi daftar top gainers. PT SLJ Global Tbk (SULI) melesat 21,11% ke level 109, diikuti PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) yang naik 20,27% menjadi 356 dan PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS) menguat 20% ke posisi 600.

Dari jajaran saham besar, saham perbankan dan barang baku menjadi penopang utama penguatan indeks. Sementara itu, posisi top loser ditempati PT Voksel Electric Tbk (VOKS) yang terkoreksi 9,63% ke level 244, disusul PT Tunas Alfin Tbk (TALF) yang turun 7,43% menjadi 810.

Data Inflasi AS Jadi Penentu Arah Pasar Pekan Ini

Equity Analyst Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan, menyebut pergerakan pasar pada pekan 10-14 Agustus 2026 akan banyak ditentukan oleh rilis data ekonomi Amerika Serikat. Consumer Price Index (CPI), Producer Price Index (PPI), dan penjualan ritel AS menjadi tiga data utama yang dinanti pelaku pasar.

"Rangkaian data ini menjadi krusial karena akan memberikan sinyal yang lebih terang mengenai arah kebijakan moneter The Fed selanjutnya, apakah tekanan inflasi sudah benar-benar mendingin untuk memberi ruang bagi pelonggaran suku bunga atau justru masih cukup tangguh untuk mempertahankan narasi suku bunga tinggi lebih lama," ujar David dalam risetnya, Senin (10/8).

Tiga Saham Masuk Radar Trading IPOT

IPOT merekomendasikan tiga saham untuk strategi trading jangka pendek berdasarkan indikator teknikal dan aliran transaksi yang dipantau melalui platform IPOT.

PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) menjadi perhatian utama dengan harga acuan Rp2.020, target harga Rp2.160, dan batas risiko di Rp1.955. Potensi kenaikan mencapai 6,93% dengan risk to reward ratio 1:2,2. IPOT menilai WIFI berpotensi breakout dari pola flag pattern dan konsisten bertahan di atas MA20.

PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) juga masuk radar dengan harga acuan Rp1.595 dan target harga Rp1.700. Saham ini dinilai berpotensi membentuk golden cross dari MA60, sementara AI Trade Flow di platform IPOT mengindikasikan akumulasi konsisten dalam lima hari terakhir.

PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) melengkapi daftar dengan harga acuan Rp615, target harga Rp680, dan batas risiko Rp585. Potensi kenaikan mencapai 10,57% dengan risk to reward ratio 1:2,2. BRMS dinilai masih konsisten berada di atas MA5 dengan indikasi akumulasi yang serupa.

Investasi mengandung risiko. Selalu lakukan analisis mandiri sebelum mengambil keputusan.

Follow lintasbengkulu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kabarbursa.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks