BENGKULU — Kenaikan skor tersebut terungkap dari hasil survei Stakeholder Satisfaction Index (SSI) 2026 yang dirilis perusahaan pada Jumat (7/8/2026). Survei ini mengukur kualitas hubungan Pertamina NRE dengan berbagai pihak, mulai dari mitra bisnis, regulator, hingga masyarakat sekitar wilayah operasi.
Corporate Secretary Pertamina NRE Sri Nur Hidayati mengatakan, kepercayaan para pemangku kepentingan menjadi fondasi utama bagi perseroan dalam menjalankan peran sebagai pengembang energi baru dan terbarukan. Menurutnya, angka indeks yang meningkat tahun ini merupakan bukti bahwa pendekatan komunikasi yang terbuka dan responsif mulai membuahkan hasil.
"Kepercayaan stakeholder merupakan fondasi penting bagi Pertamina NRE dalam menjalankan perannya sebagai pengembang energi baru dan terbarukan. Peningkatan Stakeholder Satisfaction Index pada tahun ini menjadi cerminan bahwa upaya kami dalam membangun komunikasi yang terbuka, responsif, dan kolaboratif telah memberikan dampak positif," ujar Sri dalam keterangan resminya.
Metode Pengukuran dan Skor Loyalitas
Untuk mendapatkan gambaran yang lebih utuh, pengukuran SSI dilakukan lewat pendekatan campuran atau mixed methods. Metode ini menggabungkan survei kuantitatif kepada para pemangku kepentingan yang berinteraksi dengan Pertamina NRE sepanjang tahun 2025, wawancara mendalam, serta analisis pembanding atau benchmarking.
Pendekatan tersebut tidak hanya menghasilkan skor kepuasan, tetapi juga mengukur tingkat loyalitas melalui Net Promoter Score (NPS). Hasilnya, NPS Pertamina NRE berada di angka +53,7, sebuah capaian yang menunjukkan dukungan kuat dari para pemangku kepentingan.
Dari total responden, sebanyak 56,1 persen masuk dalam kategori promoters. Kelompok ini adalah mereka yang memiliki pengalaman positif dan bersedia merekomendasikan perusahaan kepada pihak lain.
Modal untuk Percepatan Transisi Energi
Angka kepuasan dan loyalitas yang tinggi ini dinilai bukan sekadar prestasi administratif. Bagi Pertamina NRE, hasil survei tersebut menjadi modal sosial yang penting untuk mempercepat pengembangan proyek-proyek energi baru dan terbarukan di dalam negeri.
Dengan dukungan para pemangku kepentingan yang solid, perusahaan memiliki ruang yang lebih leluasa untuk menjalankan inisiatif strategis, termasuk membangun kolaborasi baru dan menjaga keberlanjutan operasional. Kepercayaan yang terjaga juga memudahkan perusahaan dalam mengelola ekspektasi publik di tengah transisi energi yang membutuhkan waktu dan investasi besar.
Pencapaian ini sekaligus menegaskan posisi Pertamina NRE sebagai salah satu penggerak utama transisi energi di Indonesia, dengan hubungan yang sehat bersama seluruh pihak terkait sebagai fondasi utamanya.