Pencarian

BNI Raup PPOP Rp 18,5 Triliun di Semester I-2026, Kredit Tembus Rp 968,5 Triliun

Kamis, 13 Agustus 2026 • 11:05:31 WIB
BNI Raup PPOP Rp 18,5 Triliun di Semester I-2026, Kredit Tembus Rp 968,5 Triliun
BNI mencatat pendapatan operasional sebelum provisi (PPOP) sebesar Rp 18,5 triliun pada semester I-2026, dengan penyaluran kredit mencapai Rp 968,5 triliun.

BENGKULU — Pertumbuhan kredit BNI tidak hanya agresif, tetapi juga selektif. Direktur Finance & Strategy BNI, Hussein Paolo Kartadjoemena, menegaskan ekspansi dilakukan dengan mempertimbangkan prospek industri dan profil risiko debitur. Hasilnya, portofolio kredit semakin terdiversifikasi di sektor korporasi, menengah, UMKM, hingga konsumer.

Keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas aset ini berbuah manis. Net interest income (NII) naik 14,2% menjadi Rp 22,3 triliun, sementara fee-based income (FBI) tumbuh di angka yang sama menjadi Rp 9 triliun. Kedua mesin pendapatan ini mendorong PPOP ke level tertinggi, sinyal efisiensi dan produktivitas BNI yang membaik. Dana Murah Jadi Kunci di Tengah Perang Likuiditas

Di balik laju kredit yang tinggi, BNI berhasil mempertahankan struktur pendanaan yang kuat. Di tengah persaingan likuiditas yang masih ketat, rasio dana murah (CASA) mampu dipertahankan di level 65,4% setelah tumbuh 11,2% secara tahunan.

Alhasil, biaya dana (cost of fund) membaik signifikan menjadi 2,56%, turun dari 2,78% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Efisiensi ini memberikan ruang bagi BNI untuk tetap kompetitif dalam penyaluran kredit tanpa mengorbankan margin.

Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan, menyebut penguatan fundamental ini sejalan dengan arahan Danantara Indonesia. "Di tengah perubahan lingkungan bisnis yang semakin dinamis, BNI mengarahkan sumber daya pada sektor dan ekosistem yang memiliki prospek pertumbuhan sehat," ujarnya. 15 Juta Pengguna Aplikasi dan Peran Cabang yang Makin Kuat

Transformasi digital menjadi penggerak utama produktivitas. Hingga akhir Juni 2026, pengguna aplikasi wondr by BNI mencapai 15,1 juta dengan volume transaksi melonjak 110% secara tahunan. Di segmen korporasi, pengguna layanan BNIdirect tumbuh menjadi 280 ribu dengan volume transaksi Rp 6.039 triliun.

Di sisi lain, program BRAVE (Branch, Region & Area Value Empowerment) kini telah berjalan di seluruh wilayah operasional. Program ini mengubah kantor cabang menjadi pusat penjualan yang lebih agresif dalam menggali potensi ekonomi lokal.

"Melalui BRAVE, setiap wilayah dan kantor cabang memiliki peran yang semakin kuat dalam membangun ekosistem bisnis," kata Putrama. Integrasi kapabilitas jaringan fisik dan solusi digital diharapkan mampu mempercepat akuisisi nasabah baru serta memperdalam transaksi.

Dengan kombinasi pertumbuhan kredit berkualitas, efisiensi pendanaan, dan akselerasi digital, BNI optimistis dapat terus meningkatkan daya saing. Pencapaian semester pertama ini menjadi fondasi kuat bagi perseroan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan nasabah di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.

Follow lintasbengkulu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: akurat.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks