Pencarian

Bahlil Sebut Penimbunan BBM Subsidi Picu Antrean SPBU, Minta Polri Bertindak

Sabtu, 17 Oktober 2026 • 11:35:01 WIB
Bahlil Sebut Penimbunan BBM Subsidi Picu Antrean SPBU, Minta Polri Bertindak
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut penimbunan BBM subsidi memicu antrean panjang di sejumlah SPBU.

BENGKULU — Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut penimbunan BBM subsidi untuk dijual dengan harga industri sebagai penyebab antrean panjang di sejumlah SPBU. Praktik itu diduga melibatkan kendaraan bertangki besar, termasuk yang disebutnya mobil Pajero. Bahlil meminta Kapolri menindak tegas pelaku penyelewengan solar subsidi.

Konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM menjadi ajang Bahlil membeberkan temuan di lapangan. Ia menyoroti kendaraan berkapasitas tangki besar yang mengisi solar subsidi dalam jumlah banyak, lalu menjualnya kembali dengan harga lebih tinggi.

Modus Tangki Besar dan Penjualan Ulang di Makassar

Bahlil mencontohkan praktik itu terjadi di Makassar. Menurutnya, ada mobil yang mampu menampung BBM hingga 700 sampai 1.000 liter sekali isi.

"Yang ngantri mobil Pajero atau ngantri mobil yang diisi tangkinya banyak, ngambil minyak subsidi baru dijual," kata Bahlil dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, dikutip dari CNBC Indonesia, Sabtu (17/10).

Dari sisi negara, praktik itu jelas merugikan. Solar subsidi yang seharusnya dinikmati kalangan tidak mampu justru berpindah ke pembeli industri yang seharusnya membayar harga normal.

"Masa minyak BBM solar subsidi ditampung kemudian dijual lagi dengan harga industri. Itu kan subsidinya ditanggung oleh negara," tuturnya.

Permintaan Penegakan Hukum ke Kapolri

Bahlil meminta Kapolri Suyudi Ario Seto menindak tegas pelaku penyelewengan BBM subsidi. Permintaan itu disampaikan langsung dalam konferensi pers tersebut.

Penegakan hukum menjadi kunci. Tanpa tindakan tegas, antrean di SPBU berpotensi berulang karena insentif ekonomi dari selisih harga subsidi dan harga industri tetap besar.

Stok Nasional Turun ke 16-18 Hari

Di sisi lain, Bahlil memastikan stok BBM nasional masih aman di kisaran 16 sampai 18 hari. Angka itu turun dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 18 hingga 20 hari.

Penurunan terutama terjadi pada Pertalite atau BBM RON 90. Penyebabnya pergeseran konsumen dari BBM nonsubsidi seperti RON 92 dan RON 95 ke Pertalite karena selisih harga.

"RON 92, RON 95, RON 98 itu no issue, enggak ada masalah. Yang terjadi pergeseran dari 16 ke 18 hari itu adalah RON 90," kata dia.

Tambahan Kapal dan Target Stok Kembali 20 Hari

Bahlil juga meminta Pertamina memperbanyak kapal pengangkut BBM untuk memperlancar distribusi. Prioritasnya jalur dari Jawa Timur ke Bali dan sejumlah wilayah lain.

Pemerintah memperkirakan stok bisa kembali menyentuh 20 hari dalam waktu sekitar sepekan. Stok 16 sampai 18 hari sendiri ditegaskan masih berada dalam batas aman.

Follow lintasbengkulu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks