Pencarian

Pertamina Tambah 7 Kapal, Stok BBM Bali Aman 15 Hari

Selasa, 20 Oktober 2026 • 14:06:01 WIB
Pertamina Tambah 7 Kapal, Stok BBM Bali Aman 15 Hari
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meninjau Fuel Terminal Sanggaran, Bali, bersama Gubernur Bali I Wayan Koster dan Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri.

BENGKULU — PT Pertamina (Persero) menambah kapal pengangkut BBM dari Jawa ke Bali dari tiga menjadi tujuh unit untuk mengurai antrean di SPBU. Penambahan armada itu menaikkan ketahanan stok BBM di Pulau Dewata dari 11 hari menjadi 15 hari, sesuai permintaan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Fuel Terminal Sanggaran, Bali — Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meninjau langsung fasilitas tersebut bersama Gubernur Bali I Wayan Koster dan Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri. Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan pemulihan pasokan BBM di Bali berjalan sesuai target.

Bahlil meminta Pertamina menaikkan status ketahanan stok dari sebelumnya 11 hari menjadi 15 hari. Permintaan itu terpenuhi pada hari yang sama. "Alhamdulillah, puji Tuhan, untuk di Bali sudah bisa teratasi. Tadi saya minta Pertamina untuk menaikkan status yang tadinya 11 hari menjadi 15 hari, dan sore ini sudah tercapai," ujarnya melalui keterangan tertulis.

Dari Tiga Kapal Jadi Tujuh Kapal

Percepatan pemulihan ditempuh lewat penambahan kapal pengangkut BBM dari Jawa menuju Bali. Sebelumnya hanya tiga kapal beroperasi, kini menjadi tujuh kapal. Penambahan itu dibarengi optimalisasi operasional Fuel Terminal Manggis dan Fuel Terminal Sanggaran.

Kedua terminal berperan penting dalam memperkuat aspek penerimaan, penyimpanan, hingga penyaluran BBM ke berbagai SPBU. Di sisi hilir, Pertamina Patra Niaga memasok kargo Pertamax tambahan dan memaksimalkan distribusi hingga ke jaringan Pertashop.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra menyatakan penguatan suplai terus digenjot. Menurutnya, seluruh rantai pasok dievaluasi berkelanjutan, mulai dari pengadaan, pengangkutan, penyimpanan, sampai penyaluran ke masyarakat.

Antrean di SPBU Mulai Surut

Gubernur Bali I Wayan Koster mengapresiasi gerak cepat Pertamina dan kolaborasi lintas instansi yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga masyarakat. "Sejak Sabtu dan Minggu, suplai ke SPBU secara umum berjalan lancar dan antrean sudah tidak banyak lagi," kata Koster.

Sejumlah kebijakan pendukung ikut membantu kelancaran operasional di SPBU. Pemerintah memberlakukan bekerja dari rumah, pembelajaran daring, serta pengaturan pembelian BBM dengan skema ganjil-genap. Kebijakan ganjil-genap diperpanjang hingga 23 Oktober 2026 dan fleksibel dievaluasi lebih awal sesuai dinamika lapangan.

Simon menegaskan kelancaran distribusi energi menjadi prioritas utama perusahaan. "Kami meyakini bahwa energi adalah denyut nadi dari perekonomian, khususnya di Pulau Bali, untuk membantu sektor pariwisata, UMKM, termasuk aktivitas ekonomi lainnya," ungkapnya.

Stok Nasional di Atas 20 Hari

Di luar Bali, Pertamina menghadapi tantangan geografis dan cuaca di sejumlah wilayah. Pendangkalan alur sungai di Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera sempat mengganggu pelayaran kapal pengangkut BBM berukuran besar. Pertamina mengalihkan pola distribusi melalui optimalisasi jalur darat sebagai alternatif penyaluran.

Bahlil memastikan cadangan stok BBM nasional dalam posisi aman. Ketahanan cadangan Pertalite tercatat di kisaran 16-18 hari, sementara jenis BBM lainnya di atas 20 hari. "Secara cadangan nasional tidak ada yang perlu kita khawatirkan. Sekarang distribusinya yang kita perlancar," tegasnya.

Pertamina menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang sempat dirasakan masyarakat selama masa transisi pemulihan layanan. Perusahaan juga berterima kasih kepada Pemprov Bali, Forkopimda, Kodam Udayana, Polda Bali, dan seluruh pihak yang mengawal kelancaran operasional di lapangan.

Pemulihan pasokan BBM di Bali menjadi ujian bagi kesiapan logistik Pertamina menjelang akhir tahun. Dengan armada yang kembali normal dan stok di atas dua pekan, tekanan terhadap sektor pariwisata dan UMKM di Pulau Dewata berangsur mereda.

Follow lintasbengkulu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks