BENGKULU — Dalam laporan penjualan kuartal II 2026, Kia mengungkapkan bahwa permintaan kuat terhadap PV5 dan model EV massal seperti EV2, EV4, dan EV5 menjadi pendorong utama pertumbuhan. Di Korea, mobil listrik murni menyumbang 24,5% dari total penjualan domestik Kia pada kuartal tersebut.
Penjualan EV Kia di Korea dan Eropa Tumbuh Lebih dari Dua Kali Lipat
Kia menjual 38.000 unit BEV di pasar domestik Korea, melonjak 123,4% dibanding Q2 2025. Di Eropa Barat, penjualan BEV mencapai 52.000 unit, naik 101,5% secara year-on-year. Kedua wilayah ini menjadi kontributor utama pertumbuhan global Kia.
- Korea: 38.000 unit (+123,4%)
- Eropa Barat: 52.000 unit (+101,5%)
Hybrid Kia Mendominasi Pasar Amerika Serikat
Penjualan hybrid Kia secara global naik 61% menjadi 178.000 unit. Model Telluride dan Seltos Hybrid menjadi motor utama pertumbuhan. Di AS, Kia menjual 66.000 unit hybrid pada Q2 2026 — melesat 151% dari tahun sebelumnya. Kendaraan hybrid kini mencakup 29,6% dari total penjualan Kia di Negeri Paman Sam.
Model Murah dan Van Listrik Jadi Andalan Baru
Varian Long Range dari EV2 mulai dijual di Jerman dengan harga €33.490 (setara sekitar Rp 536 juta) dan jangkauan WLTP hingga 281 mil. Sementara itu, PV5 akan diperluas dengan varian 7-seater (konfigurasi 2-2-3), model Prime premium, serta PV5 Cargo High Roof. Kia juga menyiapkan PV7 yang lebih besar pada tahun depan, disusul PV9 pada 2030.
Di AS, Kia akan meluncurkan SUV listrik EV3 pada akhir 2026. Sportage Hybrid generasi baru juga mulai dikirimkan, menjadi model pertama yang dirakit di Hyundai Motor Group Metaplant America.
Target Kia di Paruh Kedua 2026
Dengan peluncuran EV dan hybrid baru di berbagai pasar, Kia optimistis penjualan paruh kedua 2026 akan melampaui periode yang sama tahun lalu. Di Eropa, produksi lokal EV2 dan EV4 akan ditingkatkan untuk memperkuat daya saing harga. Kia juga akan terus menggenjot permintaan PV5 di segmen light commercial vehicle Eropa, Inggris, dan pasar global lainnya.