Pencarian

Pemkab Seluma Gencarkan Fogging Antisipasi DBD, Dinkes Ingatkan Bukan Solusi Tunggal

Jumat, 24 Juli 2026 • 19:20:01 WIB
Pemkab Seluma Gencarkan Fogging Antisipasi DBD, Dinkes Ingatkan Bukan Solusi Tunggal
Petugas menyemprotkan fogging di kawasan rawan DBD di Kabupaten Seluma, Bengkulu, Jumat.

SELUMA — Pemerintah Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, kembali mengintensifkan kegiatan fogging di titik-titik yang dinilai rawan dan telah ditemukan kasus demam berdarah dengue (DBD). Langkah ini diambil sebagai upaya cepat untuk menekan populasi nyamuk Aedes aegypti di tengah kondisi cuaca yang kurang menentu.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Seluma, Sasmi Ernantuti, menyebut fogging merupakan langkah awal yang tepat dalam situasi darurat. Namun, ia mengingatkan bahwa metode ini tidak bisa berdiri sendiri.

"Fogging bukan menjadi satu-satunya cara mencegah DBD. Tapi sebagai langkah awal pencegahan bisa menjadi pilihan yang tepat," kata Sasmi di Bengkulu, Jumat.

Mengapa Fogging Tak Cukup?

Sasmi menjelaskan, kegiatan pengasapan hanya efektif membunuh nyamuk dewasa yang sudah terbang. Sementara itu, jentik dan telur nyamuk yang bersembunyi di genangan air tidak akan mati oleh asap fogging. Oleh karena itu, pemberantasan sarang nyamuk (PSN) oleh masyarakat menjadi kunci utama.

"Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, sementara jentik nyamuk tetap harus diberantas melalui kegiatan PSN yang dilakukan secara rutin oleh masyarakat," sebut dia.

Warga Diminta Aktifkan Lagi 3M Plus

Dinkes Seluma mendorong seluruh warga untuk kembali menerapkan pola 3M Plus secara disiplin. Langkah ini meliputi menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Selain itu, Sasmi mengimbau warga yang mengalami gejala seperti demam tinggi mendadak, nyeri kepala, nyeri otot, hingga muncul bintik merah pada kulit untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Pihaknya akan berkoordinasi dengan puskesmas untuk melakukan pemantauan kasus dan memberikan edukasi kebersihan lingkungan.

Kota Bengkulu Belum Temukan Kasus, Waspada Cuaca

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Bengkulu, Neli Hartati, menyatakan hingga awal tahun 2026 ini belum ada laporan kasus DBD di wilayahnya. Meski begitu, ia meminta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan.

"Untuk awal tahun 2026 ini, sampai saat ini belum ada laporan kasus DBD. Namun masyarakat tetap harus waspada karena kondisi cuaca yang kurang baik sangat berpotensi menjadi faktor berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti," terang Neli.

Neli menekankan bahwa pemberantasan sarang nyamuk (PSN) jauh lebih efektif dibandingkan tindakan kuratif. Ia mengajak warga menghidupkan kembali tradisi hidup bersih dan tanggap terhadap gejala kesehatan pada anggota keluarga. Upaya preventif ini diharapkan mampu menekan angka kasus DBD yang pernah menyebabkan kematian di tahun-tahun sebelumnya.

Bagikan
Sumber: bengkulu.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks