JAKARTA — BKN menguji coba program penempatan ASN sesuai domisili setelah 1.285 peserta CPNS 2024 mundur karena jarak penempatan. Anggota Komisi II DPR Muhammad Khozin mendukung langkah ini selama tetap sesuai UU ASN. Bagi ASN di Bengkulu, kebijakan ini dinilai bisa mengurangi perpindahan ke luar provinsi.
1.285 Peserta CPNS 2024 Mundur Akibat Penempatan
Berdasarkan data BKN, sebanyak 1.285 peserta yang lulus seleksi CPNS 2024 memutuskan mengundurkan diri. Salah satu penyebab utamanya adalah penempatan yang jauh dari domisili. Angka ini menjadi dasar bagi BKN untuk mencari solusi agar ASN bisa bekerja lebih dekat dengan keluarga.
Dukungan DPR dengan Syarat
Anggota Komisi II DPR Muhammad Khozin mengapresiasi inisiatif Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh. "Terobosan Kepala BKN untuk uji coba penempatan ASN sesuai dengan domisili agar dekat dengan keluarga dan mengurangi pengeluaran patut diapresiasi," kata Khozin di Jakarta, Sabtu.
Namun, ia mengingatkan agar uji coba tidak keluar dari semangat UU ASN. "Kita menunggu hasil evaluasi dari uji coba yang dilakukan di internal BKN. Rencana kebijakan mesti dilakukan dengan dasar kajian yang presisi dan tetap dalam koridor UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN," ujarnya.
Program Uji Coba di Lingkungan BKN
Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh menginisiasi program bertajuk "Mendekatkan Pada Domisili dan Mendekatkan Pada Keluarga". Tahap awal diuji coba bagi pegawai BKN di kantor pusat, regional, dan unit pelaksana teknis. Tujuannya menyeimbangkan kehidupan kerja dan keluarga (work-life balance) serta menekan biaya transportasi dan akomodasi.
Dampak bagi ASN di Bengkulu
Kebijakan ini dinilai positif bagi ASN di Bengkulu yang selama ini kerap mendapat penempatan di luar provinsi. Jika uji coba berhasil dan diperluas, ASN asal Bengkulu tidak perlu lagi meninggalkan keluarga demi tugas di daerah lain. Namun, Khozin juga mengingatkan agar sistem penempatan tetap mendorong transformasi budaya dan peningkatan kecakapan, sehingga tidak terjadi ketimpangan SDM antar daerah.