Pencarian

Sheffield United Kena Sanksi Poin? Co-Chair Steven Rosen Terancam Diskualifikasi Usai Perusahaan Dilikuidasi

Kamis, 20 Agustus 2026 • 02:12:01 WIB
Sheffield United Kena Sanksi Poin? Co-Chair Steven Rosen Terancam Diskualifikasi Usai Perusahaan Dilikuidasi
Likuidasi perusahaan induk Sheffield United diputuskan pengadilan tinggi pada Rabu (19/2).

BENGKULU — Keputusan likuidasi yang dijatuhkan pada Rabu (19/2) kemarin merupakan puncak dari sengketa finansial antara pemilik Sheffield United saat ini, Steven Rosen dan Helmy Eltoukhy, dengan pemilik sebelumnya, Pangeran Abdullah dari United World. United World mengklaim keduanya masih menunggak pembayaran sebesar £35 juta dari total kesepakatan akuisisi klub senilai £110 juta pada Desember 2024.

Pangeran Abdullah mengajukan petisi likuidasi bulan lalu setelah Rosen dan Eltoukhy memindahkan kepemilikan klub ke perusahaan induk baru, 1919 Partners LLC. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya menghindari kewajiban membayar utang yang belum lunas.

Utang £35 Juta dan Klaim Upaya Menghindari Pembayaran

Pihak 1919 Partners memang mengakui adanya tunggakan £35 juta kepada United World, namun membantah restrukturisasi kepemilikan itu dilakukan untuk kabur dari tanggung jawab. Mereka memilih bungkam usai sidang, sementara Sheffield United merilis pernyataan singkat yang menyebut masalah ini murni urusan antara pemilik lama dan baru.

Sebaliknya, United World mengaku sudah berulang kali mencoba menyelesaikan masalah secara damai. "United World telah berupaya maksimal untuk menyelesaikan masalah ini secara baik-baik dan mencoba hingga pagi hari sidang untuk memberikan kesempatan terakhir bagi pemilik agar menemukan solusi dan menyelamatkan Sheffield United dari konsekuensi tindakan mereka," demikian bunyi pernyataan resmi United World. "Pendekatan itu, seperti semua pendekatan sebelumnya, tidak mendapat tanggapan. Tampaknya Helmy Eltoukhy dan Steven Rosen sama sekali tidak peduli dengan apa artinya ini bagi klub. Apa yang terjadi pada Sheffield United sekarang adalah hasil dari pilihan mereka."

Aturan EFL: Dua Kali Insolvensi Berujung Diskualifikasi

Ancaman terbesar bagi Steven Rosen datang dari regulasi EFL yang melarang ofisial klub bertindak sebagai pemilik atau direktur jika terlibat dalam dua peristiwa insolvensi. Catatan buruk Rosen pernah terjadi pada 2023 silam, saat ia menjadi direktur Invacare, perusahaan manufaktur medis asal Amerika Serikat yang dinyatakan bangkrut.

Likuidasi COH Sports Bidco Limited menjadi peristiwa insolvensi kedua bagi Rosen. Jika terbukti, EFL bisa memaksanya mundur dari kursi co-chair dan mengurangi kepemilikan sahamnya di Sheffield United. Sumber internal EFL membenarkan bahwa peristiwa kebangkrutan di luar negeri pun tetap dihitung sebagai peristiwa yang mendiskualifikasi.

Investigasi EFL dan Potensi Hukuman Pengurangan Poin

EFL kini bersiap meluncurkan investigasi formal atas tuduhan bahwa pemilik klub sengaja menghindari pembayaran biaya yang terkait dengan pembelian klub. Jika terbukti bersalah, Sheffield United terancam hukuman pengurangan poin—sebuah pukulan telak bagi tim yang tengah berjuang di papan atas klasemen Championship musim ini.

"EFL mencatat keputusan pengadilan tinggi untuk menerbitkan perintah likuidasi pada COH Sports Bidco Limited," ujar juru bicara EFL dalam pernyataannya. "Liga akan mempertimbangkan implikasi dari perkembangan tersebut sesuai dengan regulasinya, termasuk apakah diperlukan tindakan lebih lanjut. Selain itu, EFL terus mempertimbangkan masalah regulasi lainnya menyusul perubahan struktur kepemilikan klub dan perkembangan dalam grup yang lebih luas."

Nasib Sheffield United kini menggantung. Sanksi finansial atau poin bisa menjadi bumerang bagi ambisi promosi mereka, sementara masa depan Rosen sebagai pemilik pun berada di ujung tanduk.

Follow lintasbengkulu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: theguardian.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks