PT Pertamina Patra Niaga mengirimkan 72 kiloliter bahan bakar minyak (BBM) ke Pulau Enggano, kabupaten/kota terluar di Provinsi Bengkulu, pada Senin lalu. Pasokan yang terdiri dari Pertalite, Biosolar, dan minyak tanah ini diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan warga pulau tersebut selama 30 hingga 40 hari ke depan.
BENGKULU — PT Pertamina Patra Niaga menjamin ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Pulau Enggano, salah satu pulau terluar Indonesia di Provinsi Bengkulu, tetap aman. Kapal pengangkut kargo telah diberangkatkan dari Pulau Baai menuju Enggano pada Senin untuk memastikan stok tidak kosong di tengah aktivitas masyarakat yang mulai berjalan.
Sales Area Manager Retail Bengkulu PT Pertamina Patra Niaga, Mochammad Farid Akbar, menyebutkan kapal tersebut membawa 48 kiloliter Pertalite, 16 kiloliter Biosolar, dan 8 kiloliter minyak tanah. "Estimasi daya tahan BBM Pertalite di Enggano sekitar 30 sampai 40 hari ke depan. Biosolar sama, minyak tanah sama," ujarnya di Bengkulu, Rabu.
Stok Biosolar Melimpah karena Nelayan Belum Melaut
Dari total pasokan yang dikirim, ketersediaan Biosolar justru disebut paling banyak. Farid menjelaskan hal ini terjadi karena aktivitas nelayan di Enggano belum sepenuhnya berjalan normal. "Untuk Biosolar lebih banyak (ketahanan dan stoknya) karena kelihatannya banyak nelayan yang tidak melaut. Jadi stok Biosolar kami di Pulau Enggano cukup banyak," kata Farid.
Antrean di SPBU Sempat Panjang, Kini Normal
Farid juga memastikan kondisi antrean BBM di Enggano saat ini sudah kembali kondusif. Antrean yang sempat terjadi sebelumnya didominasi oleh masyarakat yang hendak mengisi bahan bakar sebelum menaiki kapal KM MT Hariono menuju Bengkulu. Kapal tersebut melayani angkutan penumpang dan kendaraan bermotor dari Enggano ke Bengkulu, sehingga banyak warga memilih mengisi BBM sebelum keberangkatan.
"Info terakhir, Alhamdulillah antrean sudah cukup kondusif. Sekarang antreannya sudah tidak panjang lagi, sudah normal," ucapnya.
Jadwal Pengiriman Berikutnya Sudah Disiapkan
Pertamina memastikan penyaluran BBM berikutnya dari Bengkulu ke Enggano telah direncanakan sekitar pertengahan September 2026. Penjadwalan ini dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan stok di lapangan dan waktu tempuh pengiriman menuju Pulau Enggano.
Dengan adanya pasokan yang telah tiba dan jadwal pengiriman lanjutan yang jelas, kebutuhan BBM masyarakat Enggano dipastikan tetap terlayani tanpa gangguan berarti. Hal ini menjadi penting mengingat Enggano merupakan wilayah kepulauan yang akses logistiknya bergantung penuh pada transportasi laut.