Harga Emas Antam Kembali Turun, Buyback Terkoreksi Lebih Dalam ke Rp2.569.000 per Gram

Penulis: Saiful  •  Senin, 18 Mei 2026 | 09:25:01 WIB
Harga buyback emas Antam turun menjadi Rp2.569.000 per gram pada 18 Mei 2026.

BENGKULU — Berdasarkan laman resmi Logam Mulia, harga pembelian kembali (buyback) emas Antam hari ini berada di level Rp2.569.000 per gram. Angka ini turun Rp7.000 dibandingkan posisi sebelumnya yang masih bertengger di Rp2.576.000 per gram.

Selisih antara harga jual dan buyback saat ini mencapai Rp195.000 per gram. Bagi investor yang berencana mencairkan kepemilikan emas fisiknya, selisih ini menjadi ongkos yang harus diperhitungkan karena mencerminkan biaya produksi, margin, dan pajak yang melekat.

Daftar Harga Pecahan Emas Antam 18 Mei 2026

Harga yang berlaku untuk pembelian di Butik Emas Logam Mulia (BELM) Setiabudi One, Jakarta, ini belum termasuk pajak penghasilan (PPh) Pasal 22. Berikut rincian harga untuk setiap pecahan:

  • Pecahan 0,5 gram: Rp1.434.000
  • Pecahan 1 gram: Rp2.764.000
  • Pecahan 2 gram: Rp5.468.000
  • Pecahan 5 gram: Rp13.570.000
  • Pecahan 10 gram: Rp27.085.000
  • Pecahan 25 gram: Rp67.585.000
  • Pecahan 50 gram: Rp135.095.000
  • Pecahan 100 gram: Rp270.112.000
  • Pecahan 250 gram: Rp675.015.000
  • Pecahan 500 gram: Rp1.349.820.000
  • Pecahan 1.000 gram: Rp2.699.600.000

Aturan Pajak yang Melekat pada Transaksi Emas Batangan

Setiap transaksi pembelian emas Antam saat ini dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 0,25 persen sesuai PMK Nomor 48 Tahun 2023. PT Antam Tbk selaku penjual akan menerbitkan bukti potong pajak bagi pembeli.

Untuk PPN, pemerintah masih memberlakukan kebijakan tidak dipungut berdasarkan PP Nomor 49 Tahun 2022. Artinya, harga yang tertera di laman Logam Mulia sudah merupakan nilai akhir tanpa tambahan PPN, namun PPh 22 tetap harus dibayarkan saat transaksi.

Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Harga Emas Hari Ini

Penurunan harga emas Antam pagi ini sejalan dengan pergerakan harga emas global yang cenderung tertekan. Pelaku pasar saat ini masih mencermati data inflasi Amerika Serikat dan sikap hawkish bank sentral AS (The Fed) yang berpotensi menahan penguatan harga logam mulia.

Bagi investor ritel, koreksi harga seperti ini kerap dimanfaatkan untuk akumulasi pembelian. Namun, fluktuasi buyback yang lebih volatil dibanding harga jual perlu menjadi perhatian, terutama bagi mereka yang memiliki horizon investasi jangka pendek.

Reporter: Saiful
Sumber: economy.okezone.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top