BENGKULU — Kawasan Danau Dendam Tak Sudah di Kota Bengkulu akhirnya memasuki tahap pembangunan fisik setelah Pemerintah Provinsi Bengkulu resmi menyerahkan lokasi pekerjaan kepada kontraktor, Kamis (11/6/2026). Proyek ini digadang-gadang menjadi ikon wisata baru yang mampu menggerakkan roda ekonomi warga sekitar.
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mengungkapkan bahwa total kebutuhan anggaran untuk menata kawasan seluas puluhan hektare ini mencapai lebih dari Rp 100 miliar. Namun, pada tahun 2026, anggaran yang sudah terkontrak dan siap dikerjakan baru sebesar Rp 37 miliar.
"Kita berharap sisanya dapat dilanjutkan pada tahun depan sehingga pembangunan bisa tuntas sesuai perencanaan," ujar Helmi Hasan dalam keterangannya usai serah terima lokasi.
Penyerahan lokasi pekerjaan ini menjadi langkah awal dari rangkaian panjang pembangunan kawasan wisata terpadu di DDTS. Helmi menegaskan, pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada sistem pengelolaan yang melibatkan warga setempat.
"Kehadiran kawasan wisata ini harus membuka peluang usaha, lapangan kerja, dan aktivitas ekonomi baru bagi warga," tegasnya.
Pemprov Bengkulu tidak bisa mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) semata untuk menutup kekurangan dana yang mencapai lebih dari Rp 60 miliar. Helmi menyatakan pihaknya akan terus berjuang meyakinkan Kementerian Pekerjaan Umum, direktorat jenderal terkait, dan Komisi V DPR RI agar kelanjutan pembangunan mendapat dukungan penuh.
"Harapan kita Danau Dendam Tak Sudah benar-benar menjadi ikon wisata baru Bengkulu," pungkasnya.
Penataan DDTS sendiri merupakan bagian dari strategi Pemprov Bengkulu untuk meningkatkan sektor pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan penyangga ibu kota provinsi. Dengan dimulainya proyek ini, masyarakat berharap kawasan yang sempat terbengkalai itu dapat segera berubah menjadi destinasi yang ramai dikunjungi.