MUKOMUKO — Personel Polres Mukomuko dan Polsek jajaran rutin menggelar patroli dialogis di sejumlah titik pusat aktivitas warga. Kawasan permukiman, pasar tradisional, objek vital, perkantoran, hingga ruas jalan ramai menjadi sasaran utama kegiatan ini.
Patroli difokuskan pada pencegahan pelanggaran hukum yang meresahkan masyarakat. Beberapa di antaranya adalah penyalahgunaan narkoba, perjudian, konsumsi minuman keras, balap liar, aksi premanisme, hingga pencurian. Polisi menyasar lokasi yang dinilai rawan terjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kasat Samapta Polres Mukomuko, IPTU Joni Alzufry, menyatakan patroli dialogis menjadi cara efektif membangun kedekatan antara Polri dan masyarakat.
"Melalui patroli dialogis, personel tidak hanya hadir untuk melakukan pengawasan, tetapi juga membangun komunikasi yang harmonis dengan masyarakat. Informasi dari warga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan dan penanganan gangguan keamanan," ujar IPTU Joni Alzufry.
Menurutnya, keamanan bukan semata-mata tanggung jawab kepolisian. Peran aktif warga menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Warga diminta segera melaporkan kepada kepolisian apabila menemukan aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Dalam setiap patroli, petugas tidak hanya melakukan pengawasan. Mereka menyapa warga, mendengar keluhan, serta mengajak masyarakat ikut berperan menjaga lingkungan sekitar. Metode ini dinilai lebih efektif ketimbang patroli konvensional yang hanya bersifat pengintaian.
Polres Mukomuko memastikan kegiatan patroli akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bentuk komitmen memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dengan sinergi yang kuat antara polisi dan warga, stabilitas kamtibmas di Kabupaten Mukomuko diharapkan tetap terjaga sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan aman, nyaman, dan produktif.