Hari Wartawan Nasional Malaysia 2026 di Penang Pererat Kolaborasi Jurnalis ASEAN, 1.000 Praktisi Media Hadir

Penulis: Fajar  •  Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:52:31 WIB
Jurnalis ASEAN berkumpul di Penang untuk mempererat kolaborasi pada Hari Wartawan Nasional Malaysia 2026.

PENANG — Perhelatan Hari Wartawan Nasional (Hawana) Malaysia 2026 yang berlangsung 19–21 Juni di Pulau Pinang menjadi ajang strategis bagi jurnalis Asia Tenggara. Dalam jamuan makan malam yang digelar di kediaman resmi kepala negara bagian, para delegasi dari berbagai negara anggota ASEAN bercengkerama dan memperkuat jaringan profesional satu sama lain.

Mengapa Kolaborasi Lintas Batas Mendesak?

Menteri Komunikasi Malaysia Fahmi Fadzil dalam sambutannya menekankan urgensi kerja sama jurnalis ASEAN. Menurut Fahmi, di tengah derasnya arus informasi di media sosial, praktisi media konvensional memiliki peran besar menjaga jurnalisme yang berlandaskan kebenaran, integritas, dan tanggung jawab.

"Kerja sama lintas batas perlu diperkuat, terutama dalam menangkal maraknya berita palsu di media sosial," ujar Fahmi di hadapan para pemimpin redaksi dan wartawan senior dari media terkemuka se-ASEAN.

Akar Hawana: Inspirasi dari Hari Pers Nasional Indonesia

Ketua Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia-Indonesia (Iswami) Indonesia, Asro Kamal Rokan, mengungkapkan bahwa perayaan Hawana Malaysia lahir dari proses saling belajar dengan Indonesia. Menurut Asro, beberapa tokoh pers Indonesia turut menyumbang pemikiran hingga perayaan pertama Hawana dapat terlaksana pada 2018 silam.

"Hawana awalnya berkaca pada peringatan Hari Pers Nasional di Indonesia. Ini menjadi wujud nyata kemerdekaan pers di Malaysia," kata Asro, yang juga merupakan jurnalis senior Indonesia, saat ditemui di sela-sela acara.

Dukungan Pemerintah Malaysia untuk Kebebasan Pers

Puncak perayaan Hawana Malaysia 2026 akan dihadiri langsung oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pada Sabtu (20/6). Kehadiran perdana menteri dinilai menunjukkan komitmen kuat pemerintah Malaysia dalam mendukung kebebasan pers yang bertanggung jawab di negaranya.

Para delegasi sepakat bahwa di tengah perkembangan media sosial, media konvensional di ASEAN harus tetap mengedepankan fakta dan kebenaran. Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman bersama atas peran strategis jurnalis dalam menjaga demokrasi di kawasan Asia Tenggara.

Reporter: Fajar
Sumber: bengkulu.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top