BENGKULU — Erick Thohir secara khusus menyoroti keberanian pelatih asal Inggris itu dalam merotasi komposisi pemain. Menurutnya, keputusan memasukkan Mathew Baker—yang saat ini masih berstatus pemain Timnas U-19—adalah bentuk keseriusan Herdman dalam membangun generasi baru.
"Saya melihat John Herdman sangat serius dan saya apresiasi karena dia memberikan kesempatan kepada pemain muda, seperti Mathew Baker untuk coba bertransisi," ujar Erick dalam pernyataan resminya.
Strategi Herdman: Dari Alphonso Davies ke Mathew Baker
Erick membandingkan pendekatan Herdman dengan catatan suksesnya di Timnas Kanada. Saat menangani Kanada, Herdman dikenal berani memberikan jam terbang tinggi kepada pemain muda seperti Alphonso Davies yang kini menjadi bintang di Bayern Munchen.
"Apalagi dia punya track record seperti waktu di Kanada ada Alphonso Davies dan para pemain Kanada itu bisa mendapatkan jam terbang lebih tinggi. Kemarin dia beri kejutan dengan Dony Tri, sekarang Mathew Baker," kata Erick menambahkan.
Komposisi Skuad: Tanpa Jay Idzes, Empat Bek Muda Jadi Andalan
Untuk laga melawan Oman (5 Juni) dan Mozambik (9 Juni) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Herdman memanggil 23 pemain. Tidak ada nama Jay Idzes yang masih dalam pemulihan cedera. Sementara Thom Haye dan Shayne Pattynama absen karena larangan bermain dari FIFA.
Di posisi penjaga gawang, Emil Audero dan Maarten Paes menjadi andalan utama, ditemani Nadeo Argawinata. Kejutan terjadi di lini belakang dengan masuknya Mathew Baker yang akan bertransisi bersama pemain senior seperti Rizky Ridho, Elkan Baggott, dan Justin Hubner.
Erick berharap trio bek muda itu bisa menjadi pilar pertahanan yang kokoh. "Saya berharap Ridho, Elkan, Justin bisa menjadi pilar pertahanan yang baik. Tentu Oman dan Mozambik bukan lawan yang mudah," ujarnya.
Keseimbangan Senior-Junior Jadi Kunci
Meski memberi ruang untuk pemain muda, Erick menegaskan Herdman tetap menjaga keseimbangan dengan pemain senior. Beckham Putra, Ragnar Oratmangoen, Ole Romeny, dan Marselino Ferdinan menjadi tumpuan di lini depan.
"Beliau tetap menjaga keseimbangan para pemain senior supaya tetap bisa berkontribusi karena memang sayang ada beberapa pemain yang cedera seperti Jay yang merupakan pilar utama," ucap Erick.
Target FIFA Matchday: Kumpulkan Poin demi Peringkat
Erick menekankan pentingnya hasil positif di dua laga kandang ini. Selain menjaga performa tim, FIFA Matchday Juni menjadi ajang mengumpulkan poin untuk memperbaiki peringkat Indonesia di ranking FIFA.
"Percayakan coach John dan tim bisa mendapatkan poin yang baik. Karena FIFA Matchday ini kan kita mengumpulkan poin supaya peringkat kita lebih baik," ujar Erick menutup pernyataannya.