ASAHAN — Plt Kepala Disnaker Asahan menutup langsung kegiatan Pelatihan Menjahit Pakaian Wanita Dewasa yang digelar di BLKK YPQ Kisaran. Selama program berlangsung, peserta tidak hanya diajari teknik dasar menjahit, tetapi juga pembuatan busana wanita yang siap dipasarkan.
Keterampilan yang Bisa Jadi Ladang Usaha
Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan teknis sekaligus jiwa wirausaha. Disnaker Asahan berharap para lulusan tidak hanya menjadi pekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja sendiri.
“Mereka bisa membuka usaha jahit di rumah, menerima pesanan seragam, atau bahkan memproduksi busana dalam skala kecil,” ujar Plt Kepala Disnaker Asahan dalam sambutan penutupan.
Kolaborasi Daerah dan Lembaga Keagamaan
BLKK YPQ Kisaran menjadi mitra strategis Disnaker dalam menyelenggarakan pelatihan berbasis kompetensi. Lembaga ini memiliki fasilitas dan tenaga pengajar yang mumpuni di bidang tata busana.
Kerja sama ini juga memperkuat peran pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan kreatif. Dengan bertambahnya tenaga terampil, sektor industri kecil dan menengah di Asahan diharapkan ikut bergerak.
Target: Penggerak Ekonomi Baru dari Kampung
Para lulusan pelatihan diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi di lingkungan masing-masing. Mereka tidak hanya bisa bekerja di konveksi atau butik, tetapi juga membuka peluang kerja bagi tetangga sekitar.
Disnaker Asahan mencatat, program serupa akan terus digalakkan dengan sasaran sektor lain seperti las listrik, tata rias, dan kuliner. Semua diarahkan pada kebutuhan pasar kerja lokal.
Pelatihan ini menjadi salah satu bukti bahwa keterampilan menjahit masih menjadi primadona di daerah. Modal awal yang relatif kecil dan pasar yang terus ada membuat profesi ini tetap relevan.