Pencarian

Ekspor Bengkulu Agustus 2026 Tembus US$13,13 Juta, Naik 92,56 Persen Dibanding Tahun Lalu

Jumat, 02 Oktober 2026 • 11:32:02 WIB
Ekspor Bengkulu Agustus 2026 Tembus US$13,13 Juta, Naik 92,56 Persen Dibanding Tahun Lalu
Pelaksana Tugas Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Sahranudin, menyampaikan rilis Berita Resmi Statistik perkembangan ekspor-impor dan transportasi Provinsi Bengkulu, Kamis (1/10/2026).

BENGKULU — Pelaksana Tugas Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Sahranudin, menyampaikan angka tersebut dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS) perkembangan ekspor-impor dan transportasi Provinsi Bengkulu, Kamis (1/10/2026). Meski secara tahunan melesat, nilai ekspor Agustus 2026 turun 4,97 persen dibanding Juli 2026 yang mencapai US$13,82 juta.

BPS juga mencatat tidak ada aktivitas impor ke Provinsi Bengkulu pada Agustus 2026. Sepanjang Januari-Agustus 2026, neraca perdagangan barang Bengkulu masih surplus US$55,25 juta, meski turun 14,47 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 sebesar US$64,59 juta.

India Masih Jadi Pasar Terbesar, Disusul Pakistan dan Filipina

India menempati posisi pasar ekspor terbesar Bengkulu sepanjang Januari-Agustus 2026 dengan nilai US$21,97 juta atau 39,76 persen dari total ekspor. Pakistan menyusul dengan US$9,32 juta (16,87 persen), lalu Filipina US$7,77 juta (14,07 persen).

Dari sisi komoditas, sejumlah golongan barang mengalami penurunan tajam selama Januari-Agustus 2026. Berbagai barang buatan pabrik, buah-buahan, olahan dari tepung, plastik dan barang dari plastik, serta industri pengolahan lainnya masing-masing turun 100 persen.

Golongan binatang hidup turun 98,65 persen, pakaian dan aksesorinya (rajutan) turun 93,06 persen, sedangkan karet dan barang dari karet turun 92,40 persen. Sebaliknya, karya seni, barang kolektor, dan barang antik naik 116,45 persen; kayu dan barang dari kayu meningkat 108,48 persen.

Dibanding Juli 2026, ekspor sektor industri pengolahan pada Agustus 2026 naik 180,48 persen. Sektor pertambangan dan lainnya turun 6,37 persen, sementara sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan turun 43,39 persen.

Pelabuhan Pulau Baai Catat 313.206 Ton Barang, Penumpang Laut Justru Turun

Aktivitas angkutan laut Bengkulu pada Agustus 2026 tercatat 101 kapal, meningkat 14,77 persen dibanding Juli 2026 sebanyak 88 kapal. Volume bongkar muat barang melalui Pelabuhan Pulau Baai mencapai 313.206 ton, naik 3,04 persen dari 303.951 ton pada Juli 2026.

“Jumlah lalu lintas angkutan laut pada Agustus 2026 tercatat 101 kapal, sedangkan lalu lintas barang yang dibongkar muat melalui Pelabuhan Pulau Baai mencapai 313.206 ton,” kata Sahranudin.

Peningkatan lalu lintas kapal dan arus barang tidak diikuti jumlah penumpang angkutan laut. Pada Agustus 2026, penumpang laut tercatat 1.350 orang, turun 27,73 persen dibanding Juli 2026 yang mencapai 1.868 penumpang.

Bandara Fatmawati Soekarno: Penerbangan, Penumpang, dan Kargo Turun Serentak

Jumlah penerbangan di Bandara Fatmawati Soekarno tercatat 401 penerbangan pada Agustus 2026, turun 1,72 persen dibanding Juli 2026 sebanyak 408 penerbangan. Penumpang angkutan udara juga turun 0,68 persen, dari 47.368 orang pada Juli 2026 menjadi 47.047 orang pada Agustus 2026.

Penurunan paling dalam terjadi pada volume barang yang diangkut melalui bandara. Dari 121,67 ton pada Juli 2026, volumenya menyusut menjadi 99,05 ton pada Agustus 2026 atau berkurang 18,59 persen.

“Di sektor laut, jumlah kapal dan volume barang meningkat, sementara jumlah penumpang mengalami penurunan. Pada sektor udara, baik jumlah penerbangan, penumpang maupun volume barang juga mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya,” jelas Sahranudin.

Data tersebut tercantum dalam BRS Nomor 61/10/17/Th. XXVIII yang dirilis BPS Provinsi Bengkulu pada Kamis (1/10/2026).

Follow lintasbengkulu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: narasiberita.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks