SELUMA — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat prevalensi ketidakcukupan pangan atau Prevalence of Undernourishment (PoU) di Kabupaten Seluma mencapai 10,37 persen pada 2025. Meskipun turun 0,68 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 11,05 persen, angka tersebut masih berada di atas rata-rata nasional.
Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU menggambarkan kondisi seseorang yang secara reguler mengonsumsi makanan dalam jumlah tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan energi guna menjalani hidup normal, aktif, dan sehat. Indikator ini menjadi alat ukur untuk melihat kerawanan pangan dan gizi di suatu wilayah.
Setara dengan 10 dari 100 Penduduk
Artinya, sekitar 10,37 persen dari total penduduk Seluma mengonsumsi makanan namun kebutuhan energinya masih kurang. Secara sederhana, hampir satu dari sepuluh warga di kabupaten ini mengalami defisit asupan kalori harian.
Jika dibandingkan dengan sembilan kabupaten/kota lain di Provinsi Bengkulu, Seluma menempati urutan ketujuh. Kota Bengkulu menjadi daerah dengan PoU terendah, yakni 6,06 persen, sementara Kabupaten Rejang Lebong mencatat angka tertinggi sebesar 11,61 persen.
Daftar PoU di Bengkulu: Kota Bengkulu Paling Rendah
Berikut urutan prevalensi ketidakcukupan pangan di seluruh kabupaten/kota Provinsi Bengkulu pada 2025, dari yang terendah hingga tertinggi:
- Kota Bengkulu: 6,06%
- Kabupaten Mukomuko: 6,75%
- Kabupaten Bengkulu Selatan: 8,33%
- Kabupaten Bengkulu Tengah: 9,17%
- Kabupaten Kepahiang: 9,53%
- Kabupaten Kaur: 9,62%
- Kabupaten Seluma: 10,37%
- Kabupaten Bengkulu Utara: 10,39%
- Kabupaten Lebong: 10,79%
- Kabupaten Rejang Lebong: 11,61%
Selisih antara Seluma dan Bengkulu Utara yang berada satu tingkat di atasnya hanya 0,02 persen. Sementara itu, capaian Kota Bengkulu yang berada di bawah 7 persen menunjukkan kesenjangan cukup lebar dengan daerah-daerah di sekitarnya.