BENGKULU — Keenam unit alat berat tersebut tiba di Pelabuhan Belawan dengan menggunakan kapal Hai Teng 007. Setelah kapal sandar, tim teknis langsung melakukan proses rolling-off atau penurunan crane ke area dermaga sebagai tahap awal instalasi.
Manajemen PT Pelindo Terminal Petikemas menyatakan bahwa seluruh peralatan akan melalui serangkaian uji coba sebelum resmi beroperasi. Prosesnya mencakup instalasi sistem, commissioning test (uji beban), hingga integrasi dengan Terminal Operating System (TOS) untuk memastikan standar keselamatan dan prosedur operasional terpenuhi.
Keputusan menambah alat bongkar muat ini tidak lepas dari pertumbuhan signifikan arus peti kemas di Terminal Belawan. Sepanjang tahun 2025, PMT Terminal Belawan mencatat volume mencapai 634.858 TEUs, naik sekitar 9 persen dari realisasi 2024 yang sebesar 581.399 TEUs.
Peningkatan tersebut menjadi dasar bagi perusahaan untuk terus memperkuat infrastruktur operasional terminal. Dengan kapasitas tambahan ini, diharapkan proses bongkar muat kapal bisa lebih cepat dan kelancaran distribusi logistik nasional, khususnya di Sumatera Bagian Utara, semakin terjamin.
Penambahan dua unit QCC dan empat unit RTG ini merupakan bagian dari komitmen PT Pelindo Terminal Petikemas dalam memperkuat kapasitas operasional. Manajemen optimistis Terminal Belawan akan semakin siap menghadapi peningkatan aktivitas pelayanan kapal dan arus peti kemas ke depan.
Langkah ini juga mempertegas posisi Pelabuhan Belawan sebagai salah satu gerbang logistik utama di kawasan barat Indonesia, yang selama ini menjadi tulang punggung distribusi barang dari dan ke wilayah Sumatera. Dengan peralatan yang lebih modern, Pelindo berharap mampu bersaing dengan pelabuhan-pelabuhan besar lainnya dalam hal efisiensi dan kecepatan pelayanan.