7 Curug atau Air Terjun di Bengkulu yang Wajib Dikunjungi, dari Tersembunyi hingga Mudah Diakses

Penulis: Yasir  •  Senin, 13 Juli 2026 | 23:44:31 WIB
Air terjun Curug Embun di Kepahiang memiliki kolam alami terluas dengan ketinggian sekitar 25 meter.

Bengkulu tidak hanya soal Pantai Panjang atau Bung Karno. Di balik rimbunnya Bukit Barisan, provinsi ini punya puluhan curug yang airnya jernih dan suasananya masih alami. Sebagian besar air terjun ini berada di kawasan Kabupaten Kepahiang, Rejang Lebong, dan Bengkulu Tengah. Tapi jangan bayangkan akses mulus seperti di Jawa. Beberapa lokasi butuh trekking lumayan, sebagian lain bisa ditempuh dengan motor matic. Berikut tujuh di antaranya yang sudah teruji oleh waktu dan pengunjung.

1. Curug Embun, Kepahiang — Air Terjun dengan Kolam Alami Terluas

Curug Embun berada di Desa Taba Tebelet, Kecamatan Kepahiang. Tingginya sekitar 25 meter dengan kolam di bawahnya yang cukup luas untuk berenang. Airnya dingin tapi tidak menyengat, berasal dari aliran Sungai Musi bagian hulu.

Medan menuju lokasi relatif ramah. Dari pusat Kepahiang, jaraknya sekitar 12 kilometer dengan jalan aspal sebagian rusak. Motor matic masih bisa lewat, tapi mobil disarankan yang ground clearance tinggi. Tiket masuknya tidak mahal, dikelola oleh kelompok sadar wisata setempat. Waktu terbaik datang pagi hari antara pukul 08.00–11.00 WIB, karena setelah itu pengunjung mulai ramai.

2. Curug Pangeran, Rejang Lebong — Paling Ikonik di Dataran Tinggi

Curug Pangeran terletak di Desa Karang Jaya, Kecamatan Selupu Rejang. Air terjun ini punya dua undakan dengan ketinggian total sekitar 40 meter. Ciri khasnya, bebatuan di sekitarnya berwarna kehitaman karena kandungan mineral tinggi.

Akses dari Kota Curup sekitar 8 kilometer. Jalan menuju lokasi sudah diaspal, tapi sempit dan berkelok. Parkir tersedia di area pendopo desa, lalu dilanjutkan jalan kaki sekitar 200 meter menuruni anak tangga. Tidak ada warung di dalam kawasan, jadi bawa bekal sendiri. Air di sini sangat jernih, cocok untuk berendam sebentar setelah perjalanan.

3. Curug Tujuh, Bengkulu Tengah — Tujuh Tingkat yang Tersembunyi

Sesuai namanya, Curug Tujuh memiliki tujuh undakan air yang mengalir berundak di Desa Talang Tinggi, Kecamatan Karang Tinggi. Tidak semua tingkat bisa dicapai karena medan curam dan licin, terutama setelah hujan. Tingkat pertama dan kedua yang paling sering dikunjungi, dengan kolam dangkal sedalam lutut orang dewasa.

Lokasinya sekitar 30 kilometer dari Kota Bengkulu, memakan waktu sekitar satu jam perjalanan darat. Jalan terakhir berupa tanah merah yang licin saat basah. Disarankan pakai sepatu traksi dalam. Tidak ada sinyal seluler di area curug, jadi koordinasikan waktu dan titik kumpul sebelum turun.

4. Curug Sungai Lisai, Kepahiang — Paling Sepi dan Tenang

Curug Sungai Lisai berada di Desa Tebat Monok, Kecamatan Kepahiang. Air terjun ini tidak terlalu tinggi, sekitar 15 meter, tapi debit airnya stabil sepanjang tahun. Keunggulannya, lokasi ini masih sangat jarang dikunjungi. Suasana sunyi, hanya terdengar suara air dan burung.

Akses dari jalan utama Kepahiang–Curup sekitar 5 kilometer, lalu masuk jalan kebun kopi sejauh 2 kilometer. Jalan kebun ini cukup rusak, motor trail lebih ideal. Kalau bawa mobil, parkir di pinggir jalan utama lalu jalan kaki sekitar 30 menit. Tidak ada fasilitas apa pun di sini, jadi bawa air minum dan makanan ringan.

5. Curug Batu Betiang, Rejang Lebong — Tebing Raksasa di Belakang Air

Curug Batu Betiang berada di Desa Air Muring, Kecamatan Binduriang. Namanya diambil dari batu besar mirip tiang yang berdiri di samping air terjun. Tinggi curug ini sekitar 30 meter, dengan tebing curam di kiri-kanannya. Airnya jatuh langsung ke kolam kecil sedalam 2–3 meter.

Perjalanan dari Curup memakan waktu sekitar 45 menit. Jalan aspal mulus sampai desa, lalu dilanjutkan trekking menyusuri pematang sawah dan kebun kopi selama 20 menit. Tidak ada petunjuk jalan yang jelas, jadi sebaiknya minta pendamping dari warga setempat. Biasanya ada pemuda desa yang bersedia antar dengan bayaran sukarela.

6. Curug Air Putih, Bengkulu Utara — Air Terjun dengan Gua di Belakangnya

Curug Air Putih terletak di Desa Air Putih, Kecamatan Kerkap. Keunikan tempat ini adalah adanya gua kecil di balik tirai air. Tebing di sini berupa batuan kapur, sehingga airnya mengandung kapur yang membuat kolam terlihat kebiruan. Tinggi air terjun sekitar 20 meter, dengan debit besar saat musim hujan.

Jarak dari Kota Bengkulu sekitar 35 kilometer. Jalan menuju lokasi sudah beraspal tapi sempit. Parkir di area lapangan desa, lalu jalan kaki 10 menit. Di sekitar lokasi ada warung kecil yang menjual minuman dan gorengan. Waktu terbaik berkunjung adalah saat kemarau, karena saat hujan air keruh dan arus deras.

7. Curug Rindu Hati, Kepahiang — Spot Fotografi Favorit

Curug Rindu Hati berada di Desa Taba Tebelet, tidak jauh dari Curug Embun. Air terjun ini lebih kecil, sekitar 10 meter, tapi punya kolam dangkal yang aman untuk anak-anak. Bebatuan di sekitarnya datar dan luas, cocok untuk duduk-duduk atau piknik.

Akses dari jalan utama Kepahiang hanya 3 kilometer, dengan jalan tanah yang sudah dipadatkan. Motor dan mobil kecil bisa masuk. Tempat ini ramai pada akhir pekan, terutama untuk foto prewedding atau konten media sosial. Tidak ada tiket masuk, tapi parkir dikenakan biaya sukarela. Bawa tikar dan bekal karena tidak ada warung di dalam kawasan.

Tips Umum Sebelum Berkunjung ke Curug di Bengkulu

Cuaca di Bengkulu cepat berubah. Hujan bisa turun tiba-tiba meski pagi cerah. Selalu cek prakiraan cuaca sebelum berangkat. Bawa jas hujan atau ponco, terutama untuk trekking. Sepatu anti-slip wajib, karena bebatuan di sekitar curug licin oleh lumut.

Jangan membuang sampah sembarangan. Sebagian besar curug dikelola oleh warga setempat secara swadaya. Tidak ada petugas kebersihan tetap. Bawa kantong sampah sendiri dan bawa pulang semua sampah. Ini bentuk tanggung jawab agar alam tetap terjaga untuk kunjungan berikutnya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah semua curug di Bengkulu bisa diakses dengan motor matic?
Tidak. Curug Sungai Lisai dan Curug Tujuh membutuhkan motor trail atau mobil ground clearance tinggi. Selebihnya, motor matic masih bisa lewat dengan hati-hati.

Kapan waktu terbaik berkunjung ke curug-curug ini?
Musim kemarau antara Mei–September. Saat musim hujan, debit air besar dan berbahaya, serta medan licin ekstrem.

Apakah ada biaya masuk ke curug-curug tersebut?
Harga bervariasi dan bisa berubah. Cek langsung ke lokasi atau tanyakan ke pengelola setempat. Sebagian besar hanya biaya parkir sukarela.

Apakah aman berenang di kolam bawah curug?
Hanya di kolam yang dangkal dan tidak ada arus deras. Curug Embun dan Curug Rindu Hati relatif aman. Curug Pangeran dan Batu Betiang punya kolam dalam, perlu hati-hati.

Bagaimana cara menuju Curug Embun dari Kota Bengkulu?
Dari Kota Bengkulu ambil jalur menuju Kepahiang via Taba Penanjung. Waktu tempuh sekitar 1,5 jam. Sesampainya di Kepahiang, lanjut ke arah Desa Taba Tebelet. Ikuti papan petunjuk Curug Embun.

Bengkulu punya lebih dari tujuh curug, tapi tujuh ini yang paling sering dikunjungi dan memiliki akses yang relatif jelas. Setiap curug punya karakter medan dan suasana sendiri. Pilih sesuai kemampuan fisik dan waktu yang dimiliki. Kalau ragu, mulai dari Curug Embun atau Curug Pangeran yang paling mudah. Jangan lupa bawa kamera dan botol minum isi ulang.

Reporter: Yasir
Back to top