BENGKULU — Kepala Dinkes Kota Bengkulu Nelli Hartati meminta masyarakat tidak menyepelekan dampak cuaca panas yang tengah melanda. Menurutnya, suhu tinggi yang konsisten bisa memicu penurunan daya tahan tubuh secara drastis jika tidak diantisipasi sejak dini.
Jam Rawan Paparan Sinar Matahari di Bengkulu
Dinkes memetakan periode paling berisiko terjadi antara pukul 10.00 hingga 15.00 WIB, saat intensitas sinar ultraviolet berada di puncak. Warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah pada jam tersebut diminta menggunakan pelindung seperti topi, payung, pakaian longgar, dan tabir surya.
"Jika aktivitas di luar rumah tidak dapat dihindari, warga disarankan menggunakan topi, payung, pakaian yang nyaman, serta tabir surya untuk mengurangi risiko paparan panas berlebih," ujar Nelli Hartati, Minggu (12/7/2026).
Langkah Sederhana Cegah Dehidrasi Saat El Nino
Menjaga asupan cairan menjadi prioritas utama. Dinkes menganjurkan warga memperbanyak minum air putih dan tidak menunda minum meski sedang sibuk beraktivitas. Konsumsi buah serta sayuran yang kaya kandungan air juga disarankan untuk menjaga keseimbangan elektrolit tubuh.
Selain itu, kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia mendapat perhatian khusus karena sistem imun mereka lebih mudah terganggu oleh perubahan cuaca ekstrem. Dinkes mencatat potensi peningkatan kasus ISPA, influenza, dan batuk selama periode ini.
Wajib Masker Bila Sedang Sakit
Nelli mengingatkan warga yang mengalami gejala flu, batuk, atau bersin untuk tetap menggunakan masker saat berada di tempat umum. Langkah ini dinilai sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan bersama sekaligus mencegah penyebaran penyakit di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
"Apabila sedang mengalami gejala flu atau batuk, sebaiknya gunakan masker saat berada di luar rumah. Selain itu, hindari paparan panas matahari secara berlebihan dan kurangi aktivitas di luar ruangan jika memang tidak terlalu diperlukan," jelasnya.