Rupiah Dibuka Melemah ke Rp18.071, Potensi Rebound dari Pelemahan Dolar AS Setelah Data PPI

Penulis: Yasir  •  Kamis, 16 Juli 2026 | 10:18:31 WIB
Rupiah dibuka melemah ke posisi Rp18.072 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

BENGKULU — Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.10 WIB, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp18.072 per dolar AS, turun 4 poin dari posisi penutupan sebelumnya. Pelemahan ini terjadi di tengah ekspektasi pasar bahwa dolar AS masih akan tertekan oleh data ekonomi domestik Negeri Paman Sam yang melandai.

Sentimen Positif dari Data Inflasi Produsen AS

Pemicu utama potensi penguatan rupiah hari ini datang dari rilis Producer Price Index (PPI) AS yang lebih rendah dari perkiraan. Data tersebut mengindikasikan tekanan harga di tingkat produsen mereda, memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve akan melonggarkan kebijakan moneternya lebih awal.

Analis Doo Financial Lukman Leong menjelaskan, pelemahan dolar AS pasca data PPI menjadi angin segar bagi mata uang emerging market, termasuk rupiah. "Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang kembali melemah setelah data inflasi produsen AS yang lebih lemah dari perkiraan," ujarnya.

Geopolitik Timur Tengah: Rem Penguatan Rupiah

Meski ada sentimen positif dari eksternal, Lukman mengingatkan bahwa ruang penguatan rupiah tidak akan lebar. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang masih memanas membuat pelaku pasar cenderung wait and see dan memilih aset safe haven seperti dolar AS.

"Namun penguatan akan terbatas oleh geopolitik Timur Tengah yang masih memanas," kata Lukman menambahkan. Kondisi ini membuat pergerakan rupiah diperkirakan volatil dan rentan terhadap sentimen berita dadakan dari kawasan tersebut.

Proyeksi Pergerakan dan Level Kunci

Sepanjang perdagangan hari ini, Lukman memproyeksikan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp18.000 hingga Rp18.100 per dolar AS. Level Rp18.000 menjadi support psikologis yang krusial, sementara resistensi terdekat berada di kisaran Rp18.100.

Pelaku pasar disarankan mencermati pergerakan indeks dolar AS (DXY) dan perkembangan isu geopolitik sebagai indikator utama arah rupiah selanjutnya. Jika dolar AS terus melemah, bukan tidak mungkin rupiah mampu menembus level psikologis Rp18.000 dalam waktu dekat.

Investasi mengandung risiko.

Reporter: Yasir
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top