BENGKULU — Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Bengkulu, Will Hopi, mengonfirmasi bahwa stok solar bersubsidi di SPBUN mencukupi. Hasil pemantauan dan koordinasi dengan pengelola SPBUN menunjukkan tidak ada kendala dalam penyaluran BBM untuk nelayan.
"Hasil koordinasi dan pantauan kami menunjukkan bahwa untuk saat ini minyak bagi nelayan cukup tersedia. Jadi para nelayan tidak perlu khawatir karena sampai hari ini tidak ada kendala sama sekali," kata Will di Bengkulu, Senin.
Satu-satunya SPBUN di bawah pembinaan Pemkot Bengkulu berlokasi di kawasan Pantai Berkas. SPBUN ini dikelola PT Anggi Berkat Jaya dan mengalokasikan kuota solar bersubsidi sebesar 100 kiloliter per bulan.
Kuota tersebut didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan operasional 168 kapal perikanan skala kecil yang berbasis di Kota Bengkulu. Besaran alokasi per kapal bervariasi, mulai 300 liter hingga maksimal 1.000 liter per bulan, disesuaikan dengan ukuran dan kebutuhan operasional masing-masing kapal.
Will Hopi menegaskan bahwa tidak ada kepanikan di kalangan nelayan akibat isu kelangkaan BBM. Aktivitas melaut tetap berlangsung seperti biasa.
"Kalau ada yang tidak melaut, itu lebih karena memilih mengikuti kegiatan nonton bareng Piala Dunia, bukan karena kesulitan mendapatkan bahan bakar," ujarnya.
Selain SPBUN Pantai Berkas, terdapat satu SPBUN lagi di kawasan Pelabuhan Pulau Baai. Namun, pengelolaan SPBUN tersebut berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Bengkulu.
DKP Kota Bengkulu terus berkoordinasi dengan DKP Provinsi Bengkulu untuk memastikan distribusi di kedua titik berjalan lancar. "Dari hasil komunikasi terakhir, kondisi SPBUN dalam keadaan normal, distribusi berjalan lancar, dan tidak ada hambatan bagi para nelayan untuk memperoleh solar bersubsidi," tambah Will.
Pemkot Bengkulu menerbitkan rekomendasi penyaluran BBM bersubsidi berdasarkan jumlah kapal yang terdaftar. Langkah ini diambil agar distribusi solar bersubsidi benar-benar diterima oleh nelayan yang berhak.
"Kami hanya mengeluarkan rekomendasi berdasarkan jumlah kapal yang terdaftar di Kota Bengkulu sehingga penyaluran solar bersubsidi tepat sasaran," kata Will.
Pemerintah kota mengimbau nelayan tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh isu yang belum jelas kebenarannya. Pengawasan terhadap penyaluran BBM bersubsidi akan terus dilakukan agar kebutuhan bahan bakar nelayan terpenuhi dan kegiatan penangkapan ikan berlangsung tanpa hambatan.