KBRI Tokyo Pantau Kondisi WNI di Kumamoto, Belum Ada Laporan Korban Gempa Magnitudo 7,1

Penulis: Fajar  •  Rabu, 29 Juli 2026 | 11:59:01 WIB
KBRI Tokyo memantau kondisi WNI di Kumamoto pascagempa Magnitudo 7,1, belum ada laporan korban jiwa.

BENGKULU — Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Pulau Kyushu, pada Selasa (28/7) sore, memicu bencana sekunder. Otoritas Jepang mengonfirmasi ledakan di Aeon Mall Kumamoto akibat kebocoran gas beberapa jam setelah gempa utama. Sepuluh orang sempat dilaporkan hilang di lokasi kejadian sebelum akhirnya ditemukan oleh tim penyelamat.

Operasi Penyelamatan dan Mobilisasi Pasukan Bela Diri

Pemerintah Jepang melalui Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi mengerahkan sekitar 3.600 personel Pasukan Bela Diri Jepang (SDF) ke seluruh wilayah terdampak. Operasi penyelamatan difokuskan di Aeon Mall Kumamoto di Kashima, tempat ledakan terjadi seusai gempa. Sumber pemerintah Jepang menyebutkan kebocoran gas sebagai dugaan utama penyebab ledakan tersebut.

Kemlu RI: Seluruh WNI dalam Kondisi Aman

Kementerian Luar Negeri RI melalui KBRI Tokyo menyatakan telah berkoordinasi dengan simpul komunitas WNI di Kumamoto dan Kyushu. "Sejauh ini, belum terdapat laporan terkait WNI yang terdampak gempa di kedua wilayah tersebut. Seluruhnya dilaporkan dalam kondisi aman," demikian pernyataan resmi Kemlu RI, Rabu (29/7).

KBRI Tokyo juga menghubungi otoritas Jepang untuk memantau perkembangan situasi pascagempa. Peringatan tsunami yang sempat dikeluarkan Japan Meteorological Agency (JMA) telah dicabut, meskipun gempa susulan masih terjadi hingga hari ini.

Imbauan dan Kontak Darurat bagi WNI

KBRI Tokyo mengimbau seluruh WNI di wilayah akreditasi untuk tetap tenang dan hanya merujuk pada informasi resmi dari JMA. Dalam keadaan darurat, WNI dapat menghubungi Hotline KBRI Tokyo di +81-80-3506-8612 / +81-80-4940-7419 atau Hotline Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri di +62 812-9007-0027.

Kemlu RI memastikan akan terus berkoordinasi dengan otoritas setempat dan komunitas WNI untuk mengantisipasi perkembangan lebih lanjut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada rencana evakuasi massal bagi WNI di wilayah terdampak.

Reporter: Fajar
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top