295 Pelajar Bengkulu Selatan Tampil di Lomba Seni Tradisional, Tari Andun hingga Nabuh Kelintang Meriahkan HUT ke-81 RI

Penulis: Ragil  •  Jumat, 07 Agustus 2026 | 14:24:01 WIB
pelajar dari 55 SD dan 13 SMP se-Kabupaten Bengkulu Selatan mengikuti Lomba Seni Budaya Tradisional dalam rangka HUT ke-81 RI.

BENGKULU SELATAN — Sebanyak 295 pelajar dari 55 SD dan 13 SMP se-Kabupaten Bengkulu Selatan ambil bagian dalam Lomba Seni Budaya Tradisional yang digelar Kamis (6/8/2026) kemarin. Mereka datang dari 68 sekolah untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengenal lebih dekat warisan budaya lokal di tengah perayaan kemerdekaan.

Berbeda dari lomba kemerdekaan yang umumnya bersifat hiburan, ajang ini menjadikan seni tradisional sebagai ruang aktualisasi bagi generasi muda. Tiga cabang yang diperlombakan—Tari Andun, Napa Pengantin, dan Nabuh Kelintang—merupakan kekayaan budaya yang terus dirawat pemerintah kabupaten.

Praktik Langsung Lebih Efektif daripada Seremoni

Wakil Bupati Bengkulu Selatan Yevri Sudianto menegaskan pelestarian budaya tidak cukup lewat kegiatan seremonial belaka. Generasi muda perlu ruang untuk mempraktikkan langsung seni tradisional yang menjadi identitas daerahnya.

"Melalui kegiatan ini, kita berharap generasi muda terus mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya daerah sebagai bagian dari identitas bangsa," ujar Yevri saat membuka acara.

Ia menambahkan momentum HUT Kemerdekaan RI bisa dimanfaatkan untuk memperkuat rasa cinta tanah air melalui pelestarian budaya. Keberagaman seni dan tradisi daerah merupakan bagian penting dari identitas Indonesia.

Warisan Budaya yang Diperkenalkan ke Pelajar

Tari Andun merupakan tarian tradisional yang kerap ditampilkan dalam berbagai acara adat di Bengkulu Selatan. Sementara Napa Pengantin dan Nabuh Kelintang memiliki akar kuat dalam tradisi masyarakat setempat, baik sebagai hiburan maupun bagian dari upacara.

Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Bengkulu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bengkulu Selatan, Ketua Badan Musyawarah Adat (BMA), dewan juri, serta guru pendamping.

Target Keberlanjutan Program Budaya Daerah

Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan berharap kegiatan serupa dapat berlangsung secara berkelanjutan. Keterlibatan pelajar sejak dini dinilai mampu melahirkan generasi yang kreatif sekaligus memiliki kepedulian terhadap budaya daerah.

Dengan melibatkan ratusan pelajar dalam satu kegiatan, lomba ini sekaligus memastikan warisan budaya Bengkulu Selatan tidak berhenti pada generasi saat ini. Tradisi itu diharapkan terus dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Reporter: Ragil
Sumber: jurnalisbengkulu.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top