Pemkab Rejang Lebong Targetkan Angka Stunting Turun ke Bawah 10 Persen, Ini Strategi Lintas Sektornya

Penulis: Fajar  •  Jumat, 14 Agustus 2026 | 22:27:02 WIB
Plt Bupati Rejang Lebong Hendri Praja menyampaikan target penurunan angka stunting di bawah 10 persen dalam konferensi pers di Rejang Lebong, Jumat.

REJANG LEBONG — Angka prevalensi stunting di Kabupaten Rejang Lebong tercatat 14 persen berdasarkan survei tahun 2025. Angka itu masih jauh dari target nasional, sehingga pemerintah daerah menetapkan target baru yang lebih ambisius: menekannya hingga satu digit.

"Pemkab Rejang Lebong menargetkan angka stunting bisa turun menjadi satu digit atau di bawah 10 persen," kata Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong Hendri Praja di Rejang Lebong, Jumat.

Penurunan Signifikan dari 28 Persen dalam Setahun

Capaian 14 persen ini sebenarnya sudah menunjukkan perbaikan. Sebelumnya, pada 2024, angka stunting di Provinsi Bengkulu sempat menyentuh 28 persen. Artinya, dalam kurun waktu singkat terjadi penurunan yang cukup drastis, meski pekerjaan rumah masih panjang.

Hendri menegaskan penanganan stunting tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri. Perlu keterlibatan semua organisasi perangkat daerah (OPD) agar intervensi berjalan menyeluruh, dari hulu ke hilir.

Program Genting dan Intervensi Kualitatif

Untuk mempercepat penurunan angka tersebut, pemkab mengandalkan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Fokusnya bukan sekadar pemberian makanan tambahan, tetapi intervensi kualitatif yang menyentuh akar masalah.

Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:

  • Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi keluarga berisiko stunting.
  • Penyediaan sarana air bersih di lokasi prioritas.
  • Pembuatan jamban sehat untuk mencegah penularan penyakit.
  • Pemberdayaan ekonomi keluarga secara mandiri.

Langkah ini diambil karena stunting tidak hanya soal asupan gizi anak, tetapi juga lingkungan tempat tinggal dan kemampuan ekonomi keluarga.

Perubahan Komando: Dari Wakil Bupati ke Bappeda

Ada perubahan struktur penanganan stunting di tingkat kabupaten. Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) yang sebelumnya diketuai wakil bupati kini dipimpin langsung oleh ketua Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) di masing-masing daerah.

Perubahan ini diharapkan membuat perencanaan program lebih terukur dan terintegrasi dengan dokumen pembangunan daerah. Dengan begitu, anggaran dan program lintas OPD bisa diselaraskan.

Hendri berharap seluruh elemen masyarakat ikut berkomitmen mendukung program ini. Target di bawah 10 persen bukan sekadar angka, melainkan jaminan agar generasi mendatang di Rejang Lebong tumbuh lebih sehat dan berkualitas.

Reporter: Fajar
Sumber: bengkulu.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top