BENGKULU — Turnamen Badminton AMJ Cup resmi dimulai di Lapangan Badminton Four Z, Kota Bengkulu, Sabtu (29/8/2026). Kompetisi yang digelar dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia ini diikuti oleh 80 tim dari berbagai unsur, mulai dari insan pers, instansi pemerintah, lembaga vertikal, hingga BUMN/BUMD dan mitra kerja.
Pembukaan turnamen ditandai secara resmi oleh Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu, Rolly Manampiring, perwakilan PBSI Bengkulu, jajaran pengurus AMJ, panitia, serta seluruh kontingen peserta.
Ketua AMJ Bengkulu, Wibowo Susilo, menegaskan bahwa turnamen ini dirancang bukan hanya untuk mencari pemenang. Menurutnya, ajang ini merupakan ruang untuk membangun kebersamaan antara media dan berbagai lembaga di Provinsi Bengkulu.
“Turnamen ini bukan hanya soal menang dan kalah. Kami ingin menjadikan olahraga sebagai ruang untuk mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan dan memperkuat sinergi antara media dengan berbagai lembaga,” ujar Wibowo dalam sambutannya.
Ketua KONI Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, menyambut baik inisiatif AMJ dalam menyelenggarakan turnamen ini. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut secara berkala, mengingat partisipasi yang besar dari berbagai elemen masyarakat dan instansi.
Dengan jumlah peserta mencapai 80 tim, persaingan di lapangan diprediksi berlangsung ketat. Panitia telah menetapkan sistem pertandingan gugur setelah menggelar technical meeting sebelumnya. Para atlet diwajibkan menjaga sportivitas dan mematuhi seluruh ketentuan yang telah disepakati bersama.
Turnamen Badminton AMJ Cup dijadwalkan berlangsung selama dua hari. Sejumlah kategori akan dipertandingkan untuk memperebutkan posisi terbaik masing-masing.
Melalui turnamen ini, AMJ berharap hubungan yang lebih erat antara insan pers, pemerintah, lembaga vertikal, dan dunia usaha di Bengkulu dapat terus terjalin. Momentum ini dinilai tepat untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor di luar agenda kerja sehari-hari.