BENGKULU UTARA — Target 2.123 akseptor baru menjadi fokus Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu saat memantau pelayanan KB di Kabupaten Bengkulu Utara. Dari jumlah itu, 565 di antaranya ditargetkan memilih metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) dan 344 akseptor KB pascapersalinan (KBPP).
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., bersama Sekretaris Weldi Suisno, S.Pd., M.E., meninjau langsung kesiapan fasilitas kesehatan di daerah itu. Rombongan didampingi Kepala DPPKB Bengkulu Utara Nova Hendriani, S.K.M., M.M., dan Kepala Dinas Kesehatan Bengkulu Utara Faizal Hadi, S.K.M., M.Si.
Monitoring dilakukan di Puskesmas Dusun Curup, Kecamatan Air Besi, dan Puskesmas Gunung Alam, Kecamatan Arga Makmur. BKKBN mengecek kesiapan tenaga medis serta ketersediaan alat dan obat kontrasepsi (alokon) di tingkat layanan primer tersebut.
Pelayanan KB serentak ini berlangsung mulai 7 September hingga 7 Oktober 2026. Peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia tahun ini mengusung tema "Kontrasepsi: Informasi Tepat, Pilihan Bijak, Keluarga Sehat".
Tema tersebut menekankan pentingnya konseling dan edukasi bagi masyarakat. BKKBN ingin calon akseptor memilih metode kontrasepsi sesuai kondisi dan kebutuhan reproduksinya masing-masing, bukan sekadar ikut-ikutan.
Zamhir menilai pemilihan metode yang tepat akan menentukan keberhasilan program KB dalam jangka panjang. Konseling yang baik juga menekan angka putus pakai kontrasepsi di lapangan.
Di sela monitoring, BKKBN Bengkulu turut membahas persiapan penilaian Parasamya Karya Kencana. Kabupaten Bengkulu Utara terpilih sebagai nominasi yang mewakili Provinsi Bengkulu untuk Regional III.
Pada penilaian tersebut, Bengkulu Utara akan bersaing dengan Kabupaten Jembrana (Bali), Kota Balikpapan (Kalimantan Timur), Kabupaten Tebo (Jambi), dan Kabupaten Sleman (DI Yogyakarta). Pendalaman dan penilaian lanjutan dijadwalkan berlangsung Kamis (10/9/2026) secara virtual oleh Deputi Bidang Bina Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi KemenDukBangga/BKKBN.
Zamhir menyebut nominasi ini menjadi kesempatan bagi Bengkulu Utara menunjukkan pelaksanaan program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (Bangga Kencana). Penilaian tersebut juga diharapkan mendorong pemerintah daerah memperkuat program kependudukan di wilayahnya.