Komdigi Dukung Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda dengan Perkuat Jaringan Telekomunikasi

Penulis: Yasir  •  Rabu, 09 September 2026 | 18:48:01 WIB
Tim SAR gabungan memperkuat pencarian lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang kontak di Selat Sunda sejak Senin (7/9).

BENGKULU — Operasi pencarian rombongan jurnalis yang hilang sejak Senin (7/9) siang mendapat dukungan infrastruktur digital dari pemerintah. Komdigi memastikan kualitas sinyal di sekitar lokasi kejadian diperkuat agar koordinasi tim SAR di lapangan tidak terhambat.

Lima Jurnalis dan Kru Speedboat Masih Hilang Kontak

Rombongan yang dilaporkan hilang kontak terdiri dari M. Bagus Khoirunnas (Kantor Berita Antara), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (iNews.id), Firman Daus (Anadolu Agency), dan Donal Husni (jurnalis freelance). Mereka bersama tiga kru speedboat bertolak untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau sebelum komunikasi terputus.

Hingga Rabu (9/9) siang, keberadaan seluruh anggota rombongan belum diketahui. Operasi SAR gabungan melibatkan Basarnas, TNI, Polri, BNPB, BMKG, dan pemerintah daerah masih berlangsung.

Peran Komdigi dalam Operasi Pencarian

Melalui Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital, Komdigi menerjunkan penguatan kualitas telekomunikasi di wilayah Selat Sunda. Langkah ini diambil untuk memastikan informasi perkembangan situasi dapat disampaikan secara tepat dan terverifikasi kepada seluruh pihak yang terlibat.

"Koordinasi dilakukan untuk mendukung kelancaran operasi pencarian dan memastikan informasi mengenai perkembangan situasi dapat disampaikan secara tepat dan terverifikasi," ujar Meutya dalam siaran pers, Rabu (9/9/2026). Kebutuhan dukungan jaringan terus dievaluasi mengikuti perkembangan operasi di lapangan.

Imbauan Keselamatan untuk Insan Pers

Meutya yang pernah berprofesi sebagai jurnalis mengingatkan insan pers dan masyarakat untuk mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di wilayah rawan bencana. Ia meminta seluruh pihak mematuhi batas aman dan arahan otoritas, tidak mendekati kawasan berbahaya, serta memperhatikan cuaca, kondisi laut, dan aktivitas vulkanik sebelum berangkat.

Masyarakat juga diminta menyaring informasi terkait insiden ini. Komdigi mendorong publik untuk hanya mempercayai keterangan resmi dari Basarnas, BNPB, BMKG, dan pemerintah daerah, serta tidak menyebarkan spekulasi atau hoaks yang dapat memicu kepanikan.

Fokus pada Keselamatan Korban

Komdigi berharap publik memberikan ruang dan dukungan kepada keluarga korban serta tim SAR agar proses pencarian berjalan kondusif. Pemerintah akan terus memantau perkembangan informasi di ruang digital dan menyampaikan pembaruan resmi melalui kanal komunikasi pemerintah.

"Yang paling utama saat ini adalah mendoakan keselamatan seluruh rekan jurnalis dan awak kapal, serta mendukung upaya pencarian agar mereka dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat," pungkas Meutya.

Reporter: Yasir
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top