KEPAHIANG — Dua korban penjambretan di kawasan Liku Sembilan menilai pengungkapan kasus mereka sebagai bukti kerja nyata kepolisian di lapangan. Deky Anggara dan Novra Lolilia mengaku sempat pesimistis tas mereka bisa kembali karena lokasi kejadian minim petunjuk. Keduanya lantas menyampaikan apresiasi kepada Tim URC Resmob Macan Gunung Bungkuk Satreskrim Polres Bengkulu Tengah yang menangani perkara itu.
Peristiwa bermula saat kedua korban melaju menuju Kepahiang dengan sepeda motor Yamaha Gear. Di tengah perjalanan, dua pria tak dikenal memepet kendaraan mereka dan merampas tas sebelum melarikan diri.
Jalan Lintas Bengkulu-Kepahiang di kawasan Liku Sembilan dikenal sepi saat malam. Kondisi TKP saat kejadian digambarkan gelap, berkabut tebal, dan tidak dilengkapi kamera pengawas.
Tidak ada saksi mata yang bisa dimintai keterangan di lokasi. Minimnya petunjuk inilah yang membuat penyelidikan awal berjalan lambat.
Tim URC Resmob Macan Gunung Bungkuk di bawah Unit Pidum Satreskrim Polres Bengkulu Tengah tetap menyisir perkara ini secara intensif. Penelusuran berlangsung hampir satu bulan penuh.
Hasilnya, pada Selasa, 20 Oktober 2026, para pelaku beserta barang bukti berhasil diidentifikasi dan diamankan. Penyidik menjerat pelaku dengan Pasal 479 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Deky Anggara mengaku haru atas dedikasi jajaran Polres Bengkulu Tengah. Menurutnya, lokasi kejadian secara logika sangat sulit diungkap karena tidak ada saksi maupun rekaman CCTV.
"Tim Macan Gunung Bungkuk membuktikan bahwa tidak ada kata sulit jika sudah niat bekerja. Bagi kami, ini bukan hanya soal barang kami yang kembali, tetapi soal rasa keadilan dan rasa aman. Polres Bengkulu Tengah telah membuktikan bahwa Polri Presisi itu nyata, hadir, dan bekerja tanpa harus menunggu viral," ungkap Deky.
Pengungkapan kasus ini menyoroti kerawanan jalur Lintas Bengkulu-Kepahiang bagi pengguna jalan yang melintas malam hari. Kawasan Liku Sembilan selama ini dikenal sebagai titik yang sepi dan minim penerangan.
Polres Bengkulu Tengah menegaskan komitmennya memberikan perlindungan dan rasa aman bagi masyarakat, khususnya pengendara yang melewati jalur tersebut pada malam hari.