SELUMA — Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seluma Arian Sosial menyatakan pembangunan fisik di 33 titik Irpom telah selesai. Penyelesaian program kini tinggal menunggu kelengkapan administrasi dan penyambungan aliran listrik PLN pada lokasi yang belum memakai tenaga surya.
"Secara fisik, seluruh pekerjaan di 33 titik sudah rampung. Tinggal penyelesaian aliran listrik untuk titik yang menggunakan listrik PLN. Target awal November 2026 sudah selesai dan dapat dioperasikan," ujar Arian Sosial.
Program Irpom di Seluma bersumber dari bantuan Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP). Usulan tahun 2026 itu direalisasikan pada tahun yang sama.
Sumur Bor dan Pompa untuk Sawah Tadah Hujan
Irpom merupakan sistem pengairan yang memanfaatkan air tanah melalui sumur bor dan pompa untuk mengalirkan air ke lahan pertanian. Fasilitas ini menjadi sumber air alternatif ketika pasokan dari saluran irigasi konvensional terbatas.
Pembangunan Irpom diarahkan membantu petani mempertahankan ketersediaan air bagi tanaman, terutama saat musim kemarau. Langkah tersebut juga mengantisipasi risiko kekeringan, termasuk potensi dampak El Niño terhadap ketersediaan air untuk pertanian.
"Pemanfaatan air tanah melalui sistem perpompaan ini menyasar lahan yang memiliki kendala irigasi, terutama lahan tadah hujan. Dengan adanya Irpom, petani memiliki alternatif sumber air ketika pasokan air untuk pertanian terbatas," jelas Arian.
16 Titik Pakai Tenaga Surya, Sisanya Listrik PLN
Dari total 33 titik Irpom, sebanyak 16 titik menggunakan tenaga surya. Titik lainnya mengandalkan pasokan listrik PLN untuk mengoperasikan pompa air.
Penggunaan tenaga surya diprioritaskan pada lokasi yang jauh dari permukiman atau memiliki keterbatasan akses jaringan listrik. Skema itu diharapkan membantu pengoperasian fasilitas pengairan di wilayah yang membutuhkan dukungan infrastruktur tambahan.
Setiap titik diperkirakan mampu melayani sekitar 5 hingga 15 hektare lahan. Cakupan aktualnya bergantung pada kondisi geografis, kapasitas pompa, ketersediaan air, dan kebutuhan pengairan di masing-masing lokasi.
Sebaran 33 Titik Irpom di Tujuh Kecamatan
- Kecamatan Semidang Alas: 3 titik
- Kecamatan Semidang Alas Maras: 7 titik
- Kecamatan Talo: 6 titik
- Kecamatan Air Periukan: 2 titik
- Kecamatan Ilir Talo: 5 titik
- Kecamatan Talo Kecil: 6 titik
- Kecamatan Seluma Timur: 3 titik
Penyebaran fasilitas tersebut diharapkan menjangkau lahan pertanian yang selama ini menghadapi kendala pengairan. Dengan sumber air alternatif, petani dapat mengelola kegiatan tanam secara lebih terencana.
Kelompok Tani Diminta Rawat Pompa dan Sumur Bor
Arian berharap pembangunan Irpom tidak berhenti sebatas penyelesaian infrastruktur. Pemanfaatan dan perawatan fasilitas menjadi faktor penting agar bantuan pemerintah memberi manfaat jangka panjang.
Ia mengimbau kelompok tani penerima manfaat menjaga kondisi mesin pompa, sumur bor, dan seluruh sarana pendukung agar dapat digunakan secara berkelanjutan.
"Harapan kami, fasilitas ini benar-benar dimanfaatkan dan dirawat dengan baik oleh kelompok tani. Dengan ketersediaan air yang lebih terjamin, kita berharap produktivitas pertanian tetap terjaga dan upaya mendukung swasembada pangan dapat berjalan optimal," tutupnya.
Efektivitas Irpom akan bergantung pada ketersediaan air tanah, kapasitas pompa, kondisi jaringan distribusi, serta pengelolaan di tingkat kelompok tani. Jika berjalan optimal, fasilitas itu berpotensi membantu petani Seluma mengurangi risiko kekurangan air dan menjaga produktivitas lahan.