Persib Pimpin Grup E ACL Two Usai Bekuk FC Seoul dan Viettel

Penulis: Saiful  •  Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:04:31 WIB
Persib Bandung memuncaki Grup E ACL Two dengan enam poin dari dua pertandingan.

BENGKULU — Persib Bandung memuncaki Grup E AFC Champions League Two 2026/2027 dengan enam poin dari dua laga, hasil kemenangan 1-0 atas FC Seoul dan 1-0 atas The Cong-Viettel FC. Start sempurna Maung Bandung membuka peluang sejarah baru bagi klub Indonesia di kompetisi Asia.

Dua kemenangan beruntun itu diraih Persib lewat gol Julio Cesar pada menit kelima di Korea Selatan, 16 September 2026, lalu penalti Mariano Peralta pada menit ke-45 di Stadion Si Jalak Harupat, 14 Oktober 2026. Kemenangan di Seoul tercatat sebagai kemenangan perdana klub Indonesia di Korea Selatan.

Raihan enam poin membuat Persib nyaman di puncak Grup E. Posisi itu belum pernah diraih wakil Indonesia dalam beberapa edisi terakhir ACL Two.

Kemenangan di Seoul Jadi Titik Balik Persib

Gol cepat Julio Cesar memaksa FC Seoul bermain mengejar sejak awal. Persib bertahan rapat sepanjang laga dan menutup pertandingan tanpa kebobolan.

Modal itu dibawa ke Bandung. Menghadapi The Cong-Viettel FC, Mariano Peralta mengeksekusi penalti tepat sebelum turun minum. Skor 1-0 bertahan hingga peluit akhir.

Enam Poin dan Puncak Klasemen Grup E

Dua laga, dua kemenangan, dua clean sheet. Persib mengumpulkan enam poin sempurna dari dua pertandingan fase grup.

  • Laga 1: FC Seoul 0-1 Persib (gol Julio Cesar menit 5)
  • Laga 2: Persib 1-0 The Cong-Viettel FC (gol penalti Mariano Peralta menit 45)
  • Posisi: pemuncak Grup E dengan enam poin

Koefisien Liga Indonesia Ikut Dipertaruhkan

Prestasi Persib di ACL Two berdampak langsung pada ranking kompetisi AFC. Semakin jauh Maung Bandung melaju, semakin besar peluang koefisien liga Indonesia naik dan jatah wakil di kompetisi Asia bertambah.

Karena itu, tekanan tidak hanya soal gengsi klub. Setiap poin yang dikumpulkan Persib dihitung untuk kepentingan sepak bola nasional.

Jejak Klub Indonesia di Kompetisi Asia

Sebelum Persib, Sriwijaya FC pernah menembus 16 besar AFC Cup 2010. Laskar Wong Kito keluar sebagai juara Grup F dengan 13 poin dari enam pertandingan, sebelum tumbang di tangan Thai Port dengan agregat 1-4.

Semen Padang FC melangkah lebih jauh. Klub asal Sumatra Barat itu mencapai perempat final AFC Cup 2013 setelah melewati persaingan fase sebelumnya.

Dua catatan itu menjadi pembanding bagi Persib. Dengan start enam poin, Maung Bandung punya bekal untuk melampaui capaian tersebut.

Apa yang Harus Dijaga Persib

Konsistensi menjadi kunci. Fase grup masih panjang, dan lawan di putaran berikutnya akan lebih sulit. Rotasi pemain serta kebugaran skuad perlu dijaga agar tren positif tidak terhenti.

Jika mampu melanjutkan performa ini, Persib bukan hanya berpeluang membuat sejarah baru bagi klub, tetapi juga mengangkat posisi sepak bola Indonesia di peta kompetisi Asia.

Reporter: Saiful
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top