BENGKULU — Frontier Developments merilis Planet Zoo 2 sebagai sekuel game manajemen kebun binatang yang kini dilengkapi akuarium, aviari, dan cagar alam liar. Perangkat build dan dekorasi ikut dirombak besar-besaran, membuat kreasi taman terasa jauh lebih cair dibanding game pertamanya. Simulasi ini paling pas untuk pemain yang menikmati detail desain tanpa terburu-buru.
Frontier Developments mengembangkan Planet Zoo 2 sebagai penerus Planet Zoo yang dirilis 2020. Sekuel ini membawa lebih banyak spesies hewan, item dekorasi, dan mode permainan, dengan penekanan pada kebebasan berkreasi membangun kebun binatang.
Akuarium menjadi fitur baru yang paling menonjol. Pemain bisa membangun tangki terbuka besar atau menyatukan dinding ikan ke dalam area restoran, lengkap dengan terumbu karang warna-warni, rumput laut, dan terowongan bawah air untuk pengalaman imersif.
Sistem filter air dibedakan berdasarkan jenis air—tawar, payau, atau asin—sehingga menambah lapisan kedalaman dalam pengelolaan habitat. Frontier juga membatasi mamalia laut cerdas seperti paus dan lumba-lumba, tetapi tetap menghadirkan manatee.
Aviari dibentuk dari tiang penyangga atap dan jaring di atas habitat konvensional. Meski tidak sefres segar akuarium, variasi burung seperti toucan dan parkit memberi dimensi baru pada kandang dibanding burung tak terbang seperti burung unta dan emu.
Perubahan paling terasa justru ada di perangkat teknis. Alat penempatan objek kini lebih lentur, ditambah fitur skala dari Planet Coaster 2 serta alat pencerminan (mirroring) yang memudahkan pembuatan bebatuan dan area organik.
Seleksi objek dirombak total. Pemain bisa membatasi pilihan pada jenis objek tertentu, dari elemen alam hingga jalur, dan proses deselect kini jauh lebih mudah, termasuk saat memakai controller.
Pembuatan jalur (pathing) mendapat alat stamp dan draw yang memungkinkan jalur organik serta halaman melingkar presisi. Kuas dekorasi (scenery brush) dari Planet Coaster 2 ikut dibawa, mempercepat penanaman vegetasi meski hasilnya masih terasa agak acak.
Kuas terrain mendapat opsi attract, repel, dan curl, plus preset sub-terrain seperti rumput liar, rumput panjang, dan lantai hutan. Kekurangannya, slider intensitas belum cukup rendah untuk membaurkan batas antarjenis terrain secara halus.
Mode career kini terasa paling utuh. Pemain melewati berbagai peta dan skenario, membuka tingkat akreditasi baru seiring perolehan medali perunggu, yang berdampak pada akses ke hewan tingkat lebih tinggi. Progresinya tidak linear sehingga pemain bebas berpindah peta.
Cagar alam liar mengubah mekanik pelepasan hewan menjadi sub-permainan tersendiri. Pemain menyiapkan ekosistem, membersihkan tanaman invasif, menyeimbangkan terrain, lalu melepas hewan dan memasang alat riset seperti camera trap dan pemantau akustik.
Sayangnya, mekanik cagar alam terasa dangkal. Pengelolaan berkelanjutannya minim sehingga pemain bisa menyiapkan ekosistem lalu melupakannya, dan sebagian besar bergantung pada alat terrain painter yang jadi favorit paling jarang dipakai.
Sejumlah bug sempat muncul di versi rilis. Item yang ditempatkan dengan alat advanced move kadang berpindah posisi setelah diklik, sementara hewan terlihat menembus jeruji atau terkurung massal tanpa alasan jelas.
Frontier Developments berjanji menambal masalah tersebut dengan cepat, dan pada saat artikel ini terbit, sebagian besar bug dilaporkan sudah diperbaiki. Tidak ada masalah yang merusak permainan secara total.
Planet Zoo 2 lebih tepat disebut evolusi ketimbang revolusi. Sebagian item dan hewan memang berulang dari game pertama, tetapi cakupannya jauh lebih luas dan alat kreatifnya terasa lebih ramah pemula.
Game ini cocok untuk pemain yang ingin membangun kebun binatang impian secara detail, bukan untuk yang mencari sesi singkat 15 menit. Membangun dari nol butuh waktu serius, tetapi hasil akhirnya sepadan bagi pencinta simulasi taman.
Untuk pasar Indonesia, Planet Zoo 2 menyasar penggemar game manajemen dan simulasi bangun-bangun di PC yang biasa menikmati judul seperti Planet Coaster atau The Sims, terutama yang bermain di desktop maupun handheld seperti Steam Deck.