Pencarian

Gaikindo Minta Insentif Mobil di Bawah Rp 300 Juta, Bukan Hanya Mobil Listrik Mahal

Rabu, 28 Oktober 2026 • 11:35:31 WIB
Gaikindo Minta Insentif Mobil di Bawah Rp 300 Juta, Bukan Hanya Mobil Listrik Mahal
Ketua Pengembangan Pasar Gaikindo Jongkie Sugiarto menyampaikan usulan insentif mobil di bawah Rp 300 juta dalam program AutoBizz CNBC Indonesia.

BENGKULU — Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) meminta pemerintah mengarahkan insentif fiskal dan nonfiskal ke segmen mobil di bawah Rp 300 juta, bukan ke mobil listrik berharga tinggi. Segmen ini menyumbang sekitar 60 persen dari total penjualan mobil nasional, atau setara 500.000 unit dari proyeksi 800.000 unit per tahun. Usulan disampaikan di tengah pembahasan insentif kendaraan hybrid, PHEV, dan REEV yang sedang digodok Kementerian Perindustrian.

Ketua Pengembangan Pasar Gaikindo Jongkie Sugiarto menyampaikan usulan tersebut dalam program AutoBizz yang ditayangkan CNBC Indonesia. Menurut Jongkie, arah kebijakan insentif selama ini terlalu berat ke segmen atas yang volumenya kecil, sementara daya beli masyarakat Indonesia masih terkonsentrasi di kisaran harga bawah.

Segmen Bawah Kuasai 60 Persen Penjualan Nasional

Angka yang dipaparkan Jongkie memberi gambaran jelas soal struktur pasar. Dari total penjualan 800.000 unit per tahun, sekitar 500.000 unit berasal dari mobil berharga di bawah Rp 300 juta, termasuk LCGC yang dibanderol Rp 100-200 jutaan.

"Ini yang paling besar. Itu bahkan mencapai 60 persen dari total penjualan di Indonesia," kata Jongkie.

Konsekuensinya, kata dia, pertumbuhan industri otomotif nasional sangat bergantung pada segmen ini. Insentif yang menyasar segmen atas disebutnya tidak akan memberi efek berganda signifikan ke volume penjualan.

Insentif Hybrid, PHEV, dan REEV Sedang Dibahas

Menteri Perindustrian Sarmuji sebelumnya mengungkap usulan pemberian insentif untuk mobil hybrid, plug-in hybrid (PHEV), dan range-extended electric vehicle (REEV). Bentuknya bisa fiskal maupun nonfiskal, dengan besaran yang tidak harus sama dengan insentif mobil listrik.

Gaikindo mengaku sudah membahas hal ini dalam pertemuan dengan Sarmuji. "Intinya adalah apakah kendaraan hybrid, plug-in hybrid, maupun REEV perlu atau tidak mendapat insentif juga?" ujar Jongkie.

Pembahasan itu belum menghasilkan keputusan final. Jongkie menyebut skema insentif masih akan dieksekusi lebih lanjut, termasuk soal besaran penurunan dan pembedaan per jenis kendaraan.

Skema Harus Adil untuk BEV, Hybrid, dan Mobil Bensin

Jongkie menekankan pentingnya keseimbangan antarjenis kendaraan agar kebijakan tidak pincang. Mobil listrik berbasis baterai (BEV) dan hybrid boleh tetap dapat insentif, tapi segmen bawah juga harus kebagian.

"Supaya ini jalan semua. Jadi nggak pincang, jalan semua, kepentingan kita terakomodir semua," sebutnya.

Dia juga menyoroti sisi penerimaan negara. Insentif yang tepat sasaran dinilai bisa mendorong volume penjualan, sehingga pendapatan pemerintah dari sektor otomotif ikut naik.

Daya Beli Jadi Pertimbangan Utama

Alasan di balik usulan ini sederhana: konsentrasi daya beli masyarakat Indonesia berada di kisaran Rp 300-400 juta ke bawah. Jongkie menyebut segmen itulah yang perlu "dibesarkan" lewat kebijakan, bukan segmen atas yang pangsanya kecil.

Bagi konsumen, arah kebijakan ini menentukan harga mobil entry-level dalam beberapa tahun ke depan. Kalau insentif benar-benar bergeser ke segmen bawah, mobil keluarga dan LCGC berpotensi jadi lebih terjangkau. Sebaliknya, kalau insentif tetap terpusat di kendaraan elektrifikasi mahal, harga mobil murah tidak akan banyak berubah.

Keputusan akhir ada di tangan Kementerian Perindustrian. Gaikindo berharap pembahasan tidak berhenti di wacana, mengingat segmen bawah adalah penopang utama volume industri.

Follow lintasbengkulu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks