BENGKULU — General Manager JurnalisBengkulu.com mengikuti pengisian kuesioner survei KPIP di Kantor Redaksi Jurnalisbengkulu.com. Responden dipilih melalui mekanisme random sampling berdasarkan basis data Dewan Pers, bukan penunjukan langsung.
Proses partisipasi diperkenalkan oleh Rahmat Alifin Valentino, M.I.Kom., dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bengkulu. Dosen tersebut menghubungi responden untuk meminta kesediaan mengikuti survei.
Apa Saja yang Diukur dalam Kuesioner KPIP
Kuesioner mencakup sejumlah aspek pengalaman responden. Di antaranya akses terhadap informasi pemerintah, keterlibatan masyarakat dalam proses kebijakan, serta pemanfaatan layanan informasi publik yang disediakan pemerintah pusat maupun daerah.
Pelibatan insan pers dalam survei ini menjadi bagian dari upaya memperoleh gambaran mengenai pengalaman akses informasi dan komunikasi pemerintah dengan publik. Perspektif media dinilai penting karena berperan menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Mengapa Suara Media Diperhitungkan
General Manager JurnalisBengkulu.com menilai survei tersebut penting sebagai instrumen evaluasi pelaksanaan komunikasi publik pemerintah. Menurutnya, keterbukaan informasi dan komunikasi yang efektif merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
"Survei KPIP yang diselenggarakan Komdigi ini penting. Kami berharap hasilnya dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat keterbukaan informasi publik serta membangun komunikasi pemerintah yang transparan, partisipatif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat," ujarnya.
Akses informasi yang memadai dibutuhkan agar masyarakat dapat memahami kebijakan publik. Tanpa akses itu, partisipasi warga dalam proses pembangunan sulit terwujud.
Hasil Survei Jadi Bahan Evaluasi Komunikasi Pembangunan
Melalui survei KPIP, Komdigi diharapkan memperoleh gambaran mengenai persepsi dan pengalaman responden dalam mengakses informasi. Penilaian juga mencakup ruang partisipasi publik dalam proses kebijakan.
Hasil pengukuran tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas komunikasi pembangunan. Selain itu, memperkuat keterbukaan informasi publik serta mendorong penyelenggaraan pemerintahan yang lebih transparan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Survei ini menyasar responden dari kalangan media di Bengkulu yang terdaftar dalam basis data Dewan Pers. Pengambilan sampel secara acak dipilih agar gambaran yang diperoleh mencerminkan pengalaman nyata di lapangan.