BENGKULU — PKB Bengkulu tidak ingin perempuan hanya menjadi pelengkap administrasi di surat suara. Partai berlambang bintang sembilan ini justru menantang kader perempuannya untuk mengisi setengah dari total kursi caleg yang diusung.
"Kami tidak hanya ingin memenuhi kuota 30 persen. Kalau perlu, kami menantang kader-kader perempuan untuk bisa mengisi hingga 50 persen daftar calon legislatif dari PKB," ujar Zainal dalam pernyataan yang diterima, Minggu (7/6/2026).
Kualitas Jadi Syarat Utama, Bukan Sekadar Formalitas
Menurut Zainal, dorongan untuk meningkatkan jumlah caleg perempuan ini bukan sekadar target angka. Ia menekankan bahwa setiap kader yang diajukan harus memiliki kapasitas untuk bersaing secara sehat dan memperjuangkan aspirasi rakyat di parlemen.
"Yang terpenting adalah mereka harus memiliki kualitas dan kapasitas yang baik sehingga layak dipilih oleh masyarakat," tegasnya.
Keberadaan figur perempuan di politik, lanjut Zainal, tidak boleh dijadikan formalitas belaka. Sebaliknya, mereka harus mampu mengambil peran strategis dan mewarnai proses pengambilan kebijakan daerah.
Muswil Perempuan Bangsa Jadi Motor Penguatan Kader
Untuk mencapai target tersebut, PKB Bengkulu mengandalkan sayap organisasi Perempuan Bangsa sebagai mesin kaderisasi internal. Momentum Muswil yang baru digelar diharapkan mampu melahirkan struktur kepengurusan yang solid dan progresif.
"Melalui Musyawarah Wilayah Perempuan Bangsa ini, kami berharap perempuan-perempuan PKB akan semakin aktif pada masa yang akan datang sehingga mampu melahirkan calon-calon legislatif perempuan yang berkualitas," tambah Zainal.
Dukungan Pemilih Perempuan Jadi Penentu
Zainal mengingatkan bahwa target 50 persen ini tidak akan tercapai tanpa dukungan basis massa, khususnya dari kalangan pemilih perempuan sendiri. Ia mendorong masyarakat agar cerdas dalam menilai rekam jejak dan kompetensi figur yang diusung.
"Kalau target pencalegan bisa lebih dari 30 persen, bahkan sampai 50 persen, maka selanjutnya tinggal bagaimana masyarakat, khususnya perempuan, memberikan dukungan kepada calon perempuan yang memang memiliki kualitas dan layak dipilih," tutupnya.
Langkah PKB Bengkulu ini menjadi salah satu upaya mendongkrak representasi perempuan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu yang selama ini masih didominasi calon legislatif laki-laki.