BENGKULU — Pemerintah Provinsi Bengkulu memproyeksikan perputaran uang selama Festival Tabut 2026 mencapai Rp25 miliar. Angka tersebut berasal dari berbagai sektor, mulai dari perdagangan, kuliner, transportasi, perhotelan, hingga industri kreatif yang terlibat dalam perhelatan budaya tahunan itu.
Persiapan Libatkan 500 UMKM dan 3.000 Seniman
Rapat koordinasi persiapan yang dipimpin Sekda Herwan Antoni di Ruang Pola Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Senin (8/6), membahas aspek teknis dan strategis. Mulai dari pengaturan arus lalu lintas, kesiapan lokasi, pengamanan, hingga dukungan bagi pelaku UMKM.
Festival ini diperkirakan melibatkan sekitar 500 pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, lebih dari 1.000 tenaga kerja, serta sekitar 3.000 seniman dan pelaku budaya. Mereka akan berpartisipasi dalam prosesi adat Tabut, pertunjukan seni tradisional, pameran budaya, bazar kuliner khas daerah, hingga atraksi ekonomi kreatif.
Mengapa Festival Ini Masuk Kalender Nasional?
Sejak 2018, Festival Tabut telah masuk dalam program Karisma Event Nusantara (KEN), daftar event unggulan nasional. Penetapan itu didasarkan pada daya tarik budaya yang kuat dan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Herwan Antoni menekankan pentingnya sinergi seluruh unsur pemerintah, aparat keamanan, komunitas budaya, pelaku usaha, dan masyarakat. “Festival Tabut merupakan agenda budaya sekaligus aset pariwisata daerah. Karena itu diperlukan sinergi seluruh pihak agar pelaksanaannya berlangsung aman, tertib, sukses, dan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya dalam rapat tersebut.
Promosi Diarahkan ke Asia Tenggara hingga Eropa
Pemerintah Provinsi Bengkulu mengoptimalkan promosi digital untuk menjangkau wisatawan mancanegara, khususnya dari Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Eropa. Kelompok wisatawan tersebut dinilai memiliki ketertarikan tinggi terhadap wisata budaya dan tradisi.
Selain prosesi adat Tabut yang menjadi rangkaian utama, pengunjung akan disuguhkan pameran produk unggulan UMKM dan atraksi ekonomi kreatif. Rangkaian kegiatan itu diharapkan memperkenalkan kekayaan budaya Bengkulu sekaligus menjadi sarana promosi produk lokal.
Dampak Ekonomi yang Diharapkan Langsung ke Masyarakat
Pemprov Bengkulu menargetkan kontribusi ekonomi dari festival ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Sektor perhotelan, transportasi, dan jasa wisata diproyeksikan mengalami peningkatan transaksi signifikan selama 11 hari penyelenggaraan.
Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu terus menyiapkan penguatan layanan wisata dan peningkatan kenyamanan pengunjung. Pemerintah optimistis festival tahun ini mampu memperkuat citra Bengkulu sebagai destinasi wisata budaya unggulan di tingkat nasional dan internasional.