BENGKULU — Balapan Moto3 Inggris 2026 yang digelar akhir pekan lalu menjadi panggung pembuktian lain bagi Veda Ega Pratama. Start dari posisi ke-15, pebalap Honda Team Asia itu mampu menembus posisi kesembilan di garis finis. Tujuh poin yang ia kumpulkan mungkin terlihat kecil, tapi dalam perburuan gelar Rookie of the Year, setiap angka sangat menentukan.
Peta Persaingan: Veda vs Brian Uriarte vs Hakim Danish
Persaingan di papan atas klasemen rookie Moto3 2026 kini mengerucut menjadi tiga nama. Brian Uriarte masih memimpin dengan 127 poin, disusul Veda Ega di posisi kedua dengan 97 poin, dan Hakim Danish dari Malaysia di urutan ketiga dengan 86 poin.
Hakim Danish justru gagal menambah poin di Silverstone karena terjatuh. Ini menjadi peluang yang dimanfaatkan Veda untuk menjauhkan jarak dari rival terdekatnya itu. Namun, gap 30 poin ke Uriarte tetap menjadi pekerjaan rumah yang tidak mudah.
Penyebab Utama: Kualifikasi Masih Jadi Kelemahan Utama
Konsistensi Veda finis di 10 besar memang patut diacungi jempol. Namun, jika ingin mengejar Uriarte, ada satu hal yang harus segera dibenahi: sesi kualifikasi. Di seri Inggris, ia harus start dari posisi ke-15. Dari posisi sejauh itu, target realistisnya hanya bisa memperebutkan posisi 10 besar, bukan lima besar.
Ini pola yang berulang di beberapa seri. Start di barisan tengah membuat Veda harus mengeluarkan energi ekstra untuk menyalip di lap-lap awal. Sementara Uriarte yang konsisten start di barisan depan bisa langsung mengatur ritme balapan. Perbedaan inilah yang kemungkinan menjadi penentu selisih 30 poin di klasemen.
Klasemen Rookie of The Year Usai Moto3 Inggris 2026
- 1. Brian Uriarte: 127 poin
- 2. Veda Ega Pratama: 97 poin
- 3. Hakim Danish: 86 poin
- 4. Rico Salmela: 60 poin
- 5. Jesus Rios: 49 poin
- 6. Casey O'gorman: 44 poin
- 7. Leo Rammerstorfer: 4 poin
- 8. Zen Mitani: 2 poin
Peluang di Sisa Musim: Matematika Gelar yang Masih Terbuka
Secara keseluruhan di klasemen umum Moto3 2026, Veda Ega berada di urutan keenam dengan 97 poin, tertinggal 134 poin dari Maximo Quiles di puncak. Namun untuk kategori rookie, perhitungannya berbeda. Sembilan seri tersisa berarti masih ada 225 poin yang diperebutkan. Defisit 30 poin bukanlah jarak yang mustahil untuk dikejar.
Yang dibutuhkan Veda adalah terobosan di kualifikasi. Jika ia bisa konsisten start di posisi 5 besar, bukan tidak mungkin podium perdananya segera datang. Dan podium adalah cara paling efektif untuk memangkas jarak poin secara drastis.
Persaingan masih panjang, dan Veda Ega masih punya semua kartu untuk dimainkan. Yang jelas, ia sudah membuktikan diri sebagai salah satu rookie terkuat di musim ini. Pertanyaannya sekarang, bisakah ia mengatasi kelemahan terbesarnya sebelum musim berakhir?