BENGKULU — Pemerintah Kota Bengkulu mengintensifkan penertiban terhadap pedagang kaki lima dan juru parkir yang beroperasi di badan jalan sepanjang kawasan Pantai Panjang. Langkah ini diambil sebagai persiapan menyambut perayaan Festival Tabut yang dijadwalkan berlangsung hingga 26 Juni 2026.
Petugas Turun Tiap Hari, Pendekatan Humanis Jadi Andalan
Kepala Satpol-PP Kota Bengkulu, Sahat Marilutua Situmorang, menyatakan bahwa petugas akan memberikan teguran setiap hari kepada para pelanggar aturan. “Setiap hari petugas akan memberikan teguran dan penertiban terhadap pedagang maupun pihak lain yang melanggar aturan serta berpotensi mengganggu ketentraman dan ketertiban umum selama Festival Tabut berlangsung,” ujarnya di Bengkulu, Senin.
Dalam pelaksanaannya, petugas mengedepankan pendekatan persuasif dan imbauan humanis. Pedagang diminta memindahkan barang dagangannya ke zona relokasi yang telah disediakan, sementara juru parkir liar diberi peringatan keras agar tidak membuka kantong parkir yang bisa menyumbat akses kendaraan, termasuk jalur ambulans.
Pos Pengawasan Harian Berdiri di Pantai Panjang
Untuk mengawal proses penataan, Satpol-PP Kota Bengkulu mendirikan pos pengawasan harian di Pantai Panjang. Posko terpadu ini akan diisi oleh petugas piket yang berjaga secara bergantian selama festival berlangsung.
Para petugas diinstruksikan memperketat penjagaan di titik-titik krusial, seperti gerbang masuk festival, kantong parkir resmi, dan lingkar panggung utama. Kegiatan penataan akan terus diintensifkan mulai dari fase persiapan pra-acara hingga penutupan resmi Festival Tabut.
Menjaga Maruah Festival Budaya Terbesar di Bumi Rafflesia
Sahat mengajak seluruh pedagang dan juru parkir untuk turut menjaga marwah serta estetika Festival Tabut sebagai ajang budaya terbesar di Bengkulu. Menurutnya, kesadaran bersama sangat diperlukan agar akses lalu lintas tetap lancar, keamanan terjaga, dan pengunjung dapat menikmati festival dengan nyaman tanpa drama kemacetan parah.
“Kami mengajak seluruh pedagang dan juru parkir untuk mematuhi aturan yang telah ditetapkan. Kesadaran bersama sangat diperlukan agar akses lalu lintas tetap lancar, keamanan terjaga, dan pengunjung dapat menikmati Festival Tabut 2026 dengan nyaman,” ucap Sahat.