BENGKULU — Proyek pembangunan jembatan di kawasan padat penduduk Kelurahan Betungan, tepatnya di lingkungan RT 10 dan RT 12/RW 02, kini tengah menjadi fokus pengawasan ketat Dinas PUPR Kota Bengkulu. Tim teknis dari bidang Bina Marga turun langsung ke lokasi untuk memastikan setiap tahapan pengerjaan tidak menyimpang dari rencana kerja yang telah disepakati.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Bengkulu, Dendi Okpimansyah, S.T., memimpin langsung peninjauan tersebut. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah kota dalam menjaga kualitas infrastruktur publik, terutama yang bersinggungan langsung dengan mobilitas harian warga.
Material dan Spesifikasi Teknis Jadi Prioritas Pengecekan
Dalam pemantauan yang dilakukan pada Senin (3/8) itu, tim memeriksa secara detail kesesuaian material bangunan dengan gambar teknis. Dendi menegaskan bahwa pengawasan berkala ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya preventif untuk mencegah cacat konstruksi yang bisa membahayakan pengguna jalan.
"Monitoring ini merupakan bentuk pengawasan berkala dari kami di Dinas PUPR untuk memastikan proyek infrastruktur, khususnya jembatan ini, berjalan tepat waktu, tepat mutu, serta aman digunakan oleh masyarakat," ungkap Dendi di lokasi proyek.
Jembatan Vital bagi Konektivitas Warga Betungan
Keberadaan jembatan ini bukan tanpa alasan. Lokasinya yang berada di sekitar Kantor Lurah Betungan menjadikannya akses utama bagi warga untuk beraktivitas sehari-hari. Infrastruktur ini diharapkan mampu memperlancar arus barang dan orang, sekaligus memangkas waktu tempuh antar lingkungan RT yang selama ini mungkin harus memutar jauh.
Dendi menambahkan, jembatan yang berada di kawasan Kelurahan Betungan tersebut memegang peranan penting dalam menunjang mobilitas harian warga serta memperlancar konektivitas antar-wilayah RT setempat.
Target Penyelesaian dan Manfaat bagi Perekonomian Warga
Pemerintah kota berharap proyek ini tidak hanya berhenti sebagai bangunan fisik semata. Dengan selesainya pembangunan, aktivitas ekonomi dan sosial di kawasan Betungan diprediksi akan menggeliat lebih cepat. Mobilitas yang lancar otomatis menekan biaya logistik dan membuka akses yang lebih mudah menuju pusat-pusat kegiatan warga.
"Kami berharap proses pengerjaan dapat diselesaikan secara maksimal sehingga dapat segera memberikan manfaat nyata bagi aktivitas perekonomian dan sosial warga sekitar," tutup Dendi.
Hingga saat ini, proses pengerjaan masih berlangsung dan tim teknis akan terus melakukan evaluasi di setiap tahapan. Dinas PUPR memastikan tidak ada toleransi terhadap pekerjaan yang tidak sesuai standar, demi keamanan dan kenyamanan warga pengguna jembatan dalam jangka panjang.