Pencarian

Harga Poco X8 Pro dan Pro Max Naik Lagi Hingga Rp8,5 Juta, Total Kerek Rp1,3 Juta dalam 4 Bulan

Kamis, 13 Agustus 2026 • 10:28:01 WIB
Harga Poco X8 Pro dan Pro Max Naik Lagi Hingga Rp8,5 Juta, Total Kerek Rp1,3 Juta dalam 4 Bulan
Poco X8 Pro dan X8 Pro Max terpantau mengalami kenaikan harga hingga Rp8,5 juta di situs resmi Xiaomi Indonesia.

BENGKULU — Kabar ini bukan untuk mereka yang baru melirik HP gaming kelas menengah. Pantauan terbaru di situs resmi Xiaomi Indonesia per Selasa (11/8) menunjukkan harga Poco X8 Pro dan X8 Pro Max kembali naik untuk kedua kalinya. Sebelumnya, pada Juni lalu, harga sempat terkerek hingga Rp800 ribu. Kini, kenaikan tambahan sebesar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu terjadi di semua varian.

Fenomena ini menarik karena Poco selama ini dikenal sebagai brand yang mengusung harga agresif. Ketika harga naik dua kali dalam waktu singkat, pertanyaannya bukan lagi "seberapa kencang chipsetnya", melainkan "apakah masih worth it dibeli bulan ini?".

Rincian Harga Terbaru: Varian 512 GB Kini Sentuh Rp8,5 Juta

Berikut daftar harga resmi terbaru yang kami verifikasi langsung dari laman Xiaomi Indonesia:

  • Poco X8 Pro 8/256 GB: Rp6.299.000 (sebelumnya Rp5.799.000)
  • Poco X8 Pro 8/512 GB: Rp6.499.000 (sebelumnya Rp6.199.000)
  • Poco X8 Pro 12/512 GB: Rp6.999.000 (sebelumnya Rp6.599.000)
  • Poco X8 Pro Max 12/256 GB: Rp7.999.000 (sebelumnya Rp7.499.000)
  • Poco X8 Pro Max 12/512 GB: Rp8.499.000 (sebelumnya Rp7.999.000)

Kalau ditarik mundur ke harga perdana April, kenaikannya terasa lebih menyakitkan. Poco X8 Pro 8/256 GB yang dulu dibanderol Rp4.999.000 kini harus ditebus Rp6.299.000—selisih Rp1,3 juta hanya dalam empat bulan. Hal serupa menimpa X8 Pro Max 12/256 GB yang naik dari Rp6.699.000 ke Rp7.999.000.

Kenapa Harga Naik? Bukan karena "Brand Positioning"

Poco Indonesia belum mengeluarkan pernyataan resmi soal penyesuaian harga ini. Namun, pola kenaikan yang terjadi serentak di semua varian mengarah pada satu penyebab umum: melonjaknya harga komponen memori dan chipset di pasar global.

Ini bukan kejadian unik. Beberapa produsen smartphone lain juga mulai menyesuaikan harga jual produk mereka di semester kedua 2025, terutama untuk perangkat dengan RAM LPDDR5X dan storage UFS 4.0 yang notabene komponennya paling terpengaruh fluktuasi harga. Artinya, ini bukan soal Poco serakah—tapi soal biaya produksi yang memang naik.

Dampak ke Konsumen: Positioning Poco Mulai Bergeser

Kenaikan ini mengubah peta persaingan secara signifikan. Dengan harga Rp6,3 juta, Poco X8 Pro kini bersaing langsung dengan smartphone flagship lama dari merek lain yang sudah turun harga, atau HP kelas menengah atas dengan brand recognition lebih kuat. Sementara X8 Pro Max di angka Rp8,5 juta sudah masuk wilayah harga flagship "papan atas" seperti seri Galaxy S FE atau iPhone versi lama.

Bagi calon pembeli yang sudah menabung sejak April, keputusan jadi lebih sulit. Apakah tetap membeli Poco dengan harga baru, atau menunggu flash sale yang mungkin datang? Saran kami: pantau terus aplikasi e-commerce resmi, karena Poco kerap mengadakan promo cashback untuk menutup selisih harga ini.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli

Dengan harga yang terus merangkak naik, ada beberapa catatan yang perlu dipertimbangkan:

  • Nilai jual kembali (resale value): HP yang harganya naik karena faktor eksternal biasanya turun drastis ketika harga komponen kembali normal. Jangan berharap harga jual bekas tetap tinggi.
  • Kompetitor di kelas yang sama: Di rentang Rp6-8 juta, banyak opsi dengan kamera lebih baik atau ekosistem lebih matang. Poco unggul di performa gaming, tapi kalah di software update dan kualitas kamera.
  • Risiko kenaikan lanjutan: Jika tren harga komponen belum mereda, bukan tidak mungkin Poco kembali menyesuaikan harga dalam 1-2 bulan ke depan.

Keputusan akhir tetap di tangan Anda. Kalau kebutuhan utama adalah performa gaming mentah dan sudah terlanjur jatuh hati dengan desain Poco, harga baru ini masih masuk akal—asal sadar bahwa "harga perdana" yang dulu dijanjikan sudah tidak relevan lagi. Tapi kalau tidak buru-buru, menunggu hingga akhir tahun bisa jadi pilihan lebih bijak.

Follow lintasbengkulu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: uzone.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks