BENGKULU TENGAH — Sebanyak 14 gerai Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Bengkulu Tengah memasuki tahap akhir kesiapan operasional. Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi (Disdagperinkop) dan UKM Kabupaten Bengkulu Tengah, Gunawan, menyatakan pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait jadwal peresmian yang direncanakan berlangsung bulan ini.
"Kita masih menunggu instruksi dari pusat. Namun, informasi yang didapat, ada 14 KDKMP yang akan diresmikan bulan Agustus ini," kata Gunawan di Bengkulu, Senin (4/8).
Bangunan Rampung, Peralatan Telah Didistribusikan
Persiapan tidak hanya berhenti pada penyelesaian konstruksi bangunan. Gunawan memastikan perlengkapan operasional koperasi juga telah didistribusikan ke masing-masing lokasi. Seluruh bangunan saat ini masih dalam tanggung jawab pelaksana pembangunan dan TNI sebelum akhirnya diserahkan ke pemerintah desa.
Setiap unit KDKMP dibangun dengan spesifikasi ukuran 20 x 30 meter persegi, mengikuti regulasi yang telah ditetapkan. Gunawan berharap pengurus desa mampu bertanggung jawab terhadap pemeliharaan bangunan dan sarana prasarana setelah serah terima dilakukan.
Transaksi Pupuk Sudah Mengalir di Wilayah Lain
Meski belum beroperasi penuh di Bengkulu Tengah, geliat KDKMP di Provinsi Bengkulu sudah terlihat dari data transaksi. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Bengkulu mencatat nilai transaksi mencapai Rp306,71 juta sepanjang Januari hingga akhir Juni 2026.
Kepala Kanwil DJPb Bengkulu, Mohamad Irfan Surya Wardhana, merinci transaksi tersebut berasal dari penjualan komoditas pupuk urea, NPK, dan Phonska. Aktivitas ekonomi itu tercatat di Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, serta Kecamatan Lubuk Pinang, Kabupaten Mukomuko.
"Memang tahapan Koperasi Merah Putih di Provinsi Bengkulu saat ini masih dalam proses pembangunan gerai di beberapa titik lokasi yang sudah selesai. Namun beberapa koperasi sudah beroperasi dan terdapat transaksi yang tercatat di dashboardnya Kementerian Koperasi sekitar Rp306,71 juta," jelas Irfan.
1.508 Koperasi Terbentuk, Mayoritas Telah Miliki Rekening Aktif
Secara keseluruhan, pembentukan KDKMP di Provinsi Bengkulu telah mencapai 1.508 unit. Dari jumlah tersebut, 1.505 koperasi telah memiliki nomor rekening aktif dan 66,4 persen di antaranya telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB).
Data awal transaksi ini menjadi indikator bahwa KDKMP mampu berperan sebagai penggerak roda ekonomi masyarakat, khususnya dalam distribusi kebutuhan pokok dan sarana produksi pertanian di tingkat desa. Pemerintah kabupaten kini fokus memastikan 14 gerai perdana di Bengkulu Tengah dapat segera melayani warga setelah instruksi resmi turun.