Pencarian

5 Produk Lokal Bengkulu yang Mendunia, dari Kopi hingga Batang Sawit

Jumat, 24 Juli 2026 • 11:22:01 WIB
5 Produk Lokal Bengkulu yang Mendunia, dari Kopi hingga Batang Sawit
Petani memetik buah kopi robusta di perkebunan dataran tinggi Rejang Lebong, Bengkulu.

Bengkulu punya posisi geografis unik. Berada di pesisir barat Sumatera dengan Bukit Barisan membentang di punggungnya, provinsi ini memiliki tanah vulkanik subur dan curah hujan tinggi. Kombinasi itu melahirkan produk-produk pertanian dan perkebunan yang tak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tapi juga rutin dikirim ke luar negeri. Bukan barang baru di pelabuhan Pulau Baai atau Bandara Fatmawati Soekarno melihat kontainer berisi komoditas siap ekspor.

Bicara soal produk Bengkulu yang mendunia, kebanyakan orang langsung menyebut kopi. Tapi ada beberapa komoditas lain yang volume ekspornya sama impresif. Berikut lima di antaranya yang sudah terbukti bersaing di pasar internasional.

1. Kopi Robusta Bengkulu: Primadona Ekspor

Kopi robusta dari Bengkulu bukan pendatang baru di pasar global. Negara-negara seperti Amerika Serikat, Jerman, dan Malaysia menjadi tujuan utama ekspor biji kopi hijau asal daerah ini. Cita rasanya yang cenderung earthy dengan body tebal dan acidity rendah membuatnya cocok untuk campuran espresso.

Kawasan penghasil utama tersebar di dataran tinggi Rejang Lebong, Kepahiang, dan sebagian Lebong. Petani di sana masih banyak yang mengolah kopi secara semi-washed atau natural tradisional. Yang perlu dicatat, kualitasnya sangat bergantung pada musim panen dan proses pasca-panen. Jadi, kalau mencari biji kopi asli Bengkulu, pastikan bertanya tahun panennya.

2. Minyak Sawit Crude Palm Oil (CPO): Andalan Devisa

Bengkulu termasuk salah satu provinsi penghasil CPO terbesar di Sumatera. Perkebunan sawit membentang luas di Kabupaten Bengkulu Utara, Seluma, hingga Kaur. Pabrik pengolahan sawit bertebaran di sepanjang jalur lintas barat. Produk minyak sawit mentah ini diekspor dalam jumlah besar ke India, China, dan Bangladesh.

Keberadaan industri sawit memang menuai pro-kontra soal lingkungan. Tapi dari sisi ekonomi, sektor ini menyerap tenaga kerja dalam jumlah signifikan, dari buruh panen hingga operator pabrik. Pemerintah daerah terus mendorong sertifikasi ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) agar produknya lebih diterima di pasar Eropa yang ketat aturan deforestasi.

3. Kakao Bengkulu: Bahan Baku Cokelat Premium

Biji kakao asal Bengkulu punya reputasi baik di industri cokelat nasional dan internasional. Beberapa perusahaan cokelat di Eropa tercatat pernah mengambil sampel dari petani di Mukomuko dan Kaur. Karakter biji kakaonya cenderung memiliki aroma fruity dengan tingkat fermentasi yang bervariasi.

Sayangnya, produksi kakao Bengkulu sempat menurun drastis akibat serangan hama dan umur tanaman yang tua. Baru dalam beberapa tahun terakhir ada program peremajaan dari dinas perkebunan. Tapi potensinya tetap besar. Untuk pasar lokal, biji kakao ini bisa ditemukan di beberapa pengepul di Pasar Panorama atau kawasan Pantai Panjang.

4. Ikan Tuna dan Cakalang: Hasil Laut Samudra Hindia

Bengkulu berhadapan langsung dengan Samudra Hindia. Perairan ini kaya akan ikan tuna sirip kuning dan cakalang. Nelayan dari Pelabuhan Pulau Baai dan pesisir Kaur rutin melaut dan hasil tangkapannya diolah menjadi loin tuna beku yang diekspor ke Jepang dan Thailand untuk bahan baku sashimi serta kaleng.

Industri perikanan tangkap di Bengkulu belum sebesar Lampung atau Bali, tapi kualitas ikannya diakui. Daging tuna Bengkulu dikenal padat dan segar karena waktu pelayaran ke pelabuhan relatif singkat. Untuk konsumsi lokal, ikan ini bisa dibeli segar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pulau Baai setiap pagi.

5. Batang Sawit dan Arang Kayu: Produk Turunan yang Laris

Selain CPO, produk turunan sawit seperti batang sawit kering (wood pellet) dan arang tempurung kelapa sawit mulai dilirik pasar internasional. Negara-negara Jepang dan Korea Selatan mengimpor produk ini untuk bahan bakar biomassa dan arang aktif. Di Bengkulu, beberapa pengusaha kecil sudah mulai mengolah limbah sawit menjadi arang briket.

Arang kayu biasa dari hutan rakyat juga tetap menjadi komoditas ekspor tradisional. Kayu karet dan kayu durian yang sudah tidak produktif sering dijadikan arang dan dikirim ke Timur Tengah untuk kebutuhan shisha atau barbekyu. Pengerjaannya masih manual dan banyak dilakukan di pedesaan Bengkulu Utara.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah kopi Bengkulu termasuk kopi specialty?
Sebagian iya. Beberapa biji kopi dari Rejang Lebong dan Kepahiang sudah lolos uji cupping score di atas 80, terutama yang diproses secara natural atau honey. Tapi mayoritas masih dijual sebagai kopi komersial grade ekspor.

Di mana bisa membeli produk lokal Bengkulu untuk oleh-oleh?
Pusat oleh-oleh terbesar ada di kawasan Jalan S. Parman dan sekitar Pantai Panjang Kota Bengkulu. Di sana tersedia kopi bubuk, cokelat olahan, dan kerajinan dari tempurung kelapa. Untuk ikan segar, datang langsung ke TPI Pulau Baai.

Apakah produk Bengkulu ada yang sudah punya sertifikasi organik?
Beberapa kelompok tani kopi di Rejang Lebong sudah mengantongi sertifikasi organik dari lembaga internasional. Tapi jumlahnya masih terbatas. Sebagian besar produk masih menggunakan sistem pertanian konvensional.

Mengapa ekspor Bengkulu didominasi bahan mentah?
Keterbatasan industri pengolahan dan akses modal menjadi penyebab utama. Pemerintah daerah terus mendorong hilirisasi, seperti pembangunan pabrik pengolahan kakao dan kopi siap seduh. Tapi prosesnya bertahap.

Apakah ada produk kerajinan khas Bengkulu yang diekspor?
Ada. Batik besurek dan kain tapis khas Bengkulu mulai diminati kolektor di Malaysia dan Brunei. Tapi volumenya masih kecil dibanding komoditas pertanian. Pemasaran digital perlahan mengangkat pamornya.

Potensi Bengkulu sebagai lumbung produk ekspor sebenarnya besar. Mulai dari kopi robusta yang jadi primadona, CPO sebagai andalan devisa, hingga hasil laut dan arang kayu. Semua produk ini membuktikan bahwa provinsi kecil di pesisir barat Sumatera punya daya saing global. Tinggal bagaimana hilirisasi dan pengemasan ditingkatkan agar nilai tambahnya dinikmati langsung oleh petani dan nelayan di kampung halaman.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks