BENGKULU — Kesepakatan swap deal antara Crystal Palace dan Everton ini menjadi salah satu pergerakan mengejutkan di bursa transfer musim panas. Palace harus merelakan Johnson yang didatangkan dengan mahal, sementara Everton mendapatkan pemain incaran lama mereka setelah negosiasi gagal di menit-menit akhir pada jendela transfer sebelumnya.
Alasan Morrison Meragukan Keputusan Palace
Morrison mengaku akan segera menghubungi pihak klub untuk mencari klarifikasi atas keputusan ini. Ia menilai Johnson masih memiliki potensi besar yang belum tergali maksimal di Selhurst Park.
"Saya belum berbicara dengan siapa pun di Palace tentang ini—saya pikir saya akan segera melakukannya—tapi saya tidak mengerti, karena Palace membayar mahal untuk Johnson," ujar Morrison dalam kolom eksklusifnya. "Gajinya memang besar, jadi mungkin itu yang menjadi pertimbangan mereka."
Faktor Finansial dan Rencana Skuad Baru
Beban gaji disebut menjadi alasan utama di balik keputusan ini. McNeil diyakini menerima upah lebih rendah dibanding Johnson, yang memberikan ruang fiskal bagi Palace untuk bergerak di bursa transfer.
Palace sendiri telah mendatangkan Evann Guessand dengan status pinjaman dari Aston Villa untuk memperkuat lini serang. Manajer anyar Palace dikabarkan telah menilai Johnson selama pramusim dan menyimpulkan bahwa pemain tersebut tidak cocok dengan skema permainannya.
Peluang Johnson Bersama Everton
Di sisi lain, kepindahan ini bisa menjadi awal baru bagi Johnson. Everton membutuhkan tambahan daya gedor setelah musim lalu berjuang di papan bawah klasemen. Kecepatan dan naluri mencetak golnya diharapkan mampu menjawab kebutuhan lini depan The Toffees.
Morrison menilai Johnson masih punya kualitas untuk bersaing di level tertinggi. "Dia pemain berbakat, dan mudah-mudahan di Everton dia bisa mendapatkan kembali performa terbaiknya," tambahnya.
Dampak pada Kedua Klub Jelang Musim Baru
Bagi Palace, kepergian Johnson berarti kehilangan satu opsi menyerang, namun mereka mendapatkan pemain yang sudah terbukti di Premier League. Sementara Everton, kedatangan Johnson memberikan variasi baru di lini depan mereka.
Kedua klub sama-sama menargetkan perbaikan posisi di musim 2025/2026. Palace ingin bangkit setelah musim yang mengecewakan, sedangkan Everton berusaha menjauh dari zona degradasi. Pertukaran ini akan menjadi ujian bagi kedua manajer dalam memaksimalkan potensi pemain barunya.