Bengkulu — Pemkot Bengkulu menggelar rapat koordinasi pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai langkah strategis menekan angka kemiskinan. Kegiatan ini melibatkan seluruh tingkatan birokrasi, dari kecamatan hingga kelurahan, untuk memastikan data masyarakat kurang mampu tersedia akurat dan valid.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Bengkulu, Alex Periansyah, menekankan bahwa pemutakhiran data sosial ekonomi adalah kunci efektivitas program bantuan. Dengan informasi yang valid, dana dari pemerintah pusat dapat benar-benar menjangkau rumah tangga yang paling membutuhkan.
"Dengan data yang valid, bantuan dari pemerintah pusat dapat tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan," ujar Periansyah pada Rabu di Bengkulu.
Data akurat juga memungkinkan Pemkot menyusun kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan yang lebih terukur dan berkelanjutan, bukan semata-mata reaksi tanpa fondasi informasi.
Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu, Afriyenita, mengungkapkan bahwa angka 11,91 persen menjadi perhatian serius karena melampaui tingkat kemiskinan di daerah-daerah lain. Posisi Kota Bengkulu dalam kategori "tinggi" ini memicu perlunya akselerasi intervensi sosial.
Dengan pemutakhiran DTSEN, Dinsos berharap dapat mengidentifikasi dengan presisi siapa saja yang layak mendapat program bantuan sosial, mulai dari bantuan pangan hingga bantuan tunai langsung. Langkah ini sekaligus memperbaiki efisiensi anggaran daerah yang dialokasikan untuk pengentasan kemiskinan.
Periansyah meminta semua pihak terkait memberikan komitmen penuh dalam proses pemutakhiran. Sosialisasi dan koordinasi lintas kecamatan dan kelurahan akan menentukan kualitas data yang terkumpul, sehingga tidak ada warga yang luput dari identifikasi awal.
Pemutakhiran DTSEN ini diharapkan selesai dalam waktu dekat agar kebijakan penanggulangan kemiskinan yang lebih tajam dapat segera diterapkan di lapangan dan memberikan dampak nyata bagi ribuan keluarga prasejahtera di Kota Bengkulu.