BENGKULU — Kenaikan ini melanjutkan tren bullish harga emas di pasar domestik yang sudah berlangsung sejak akhir pekan lalu. Sepanjang pekan ini, harga emas Antam telah menguat lebih dari Rp100.000 per gram, didorong oleh sentimen pelemahan nilai tukar rupiah dan meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.
Untuk pembelian satuan, berikut rincian harga emas Antam hari ini berdasarkan pecahan yang paling banyak dicari investor ritel:
Harga jual kembali (buyback) emas Antam hari ini juga ikut terkerek naik. Antam mematok buyback di level Rp2.482.000 per gram, naik Rp15.000 dari posisi Jumat (12/6). Selisih antara harga jual dan buyback saat ini berada di kisaran 8,4 persen.
Pemicu utama reli harga emas dalam beberapa hari terakhir adalah pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Kurs rupiah di pasar spot hari ini menyentuh level Rp16.525 per dolar AS, melemah 0,3 persen dibandingkan penutupan kemarin.
Di pasar global, harga emas Comex kontrak Agustus 2026 juga bergerak naik ke level US$2.380 per troy ons. Investor global tengah memborong aset safe haven seperti emas di tengah eskalasi ketegangan perdagangan antara AS dan China yang kembali memanas pekan ini.
Bagi investor ritel yang telah membeli emas Antam di awal tahun, posisi saat ini memberikan keuntungan kertas (paper gain) yang cukup tebal. Sepanjang tahun 2026, harga emas Antam telah mencatatkan kenaikan sekitar 18 persen, dari posisi Rp2.295.000 per gram di awal Januari.
Namun, investor perlu mencermati spread antara harga jual dan harga buyback. Dengan selisih lebih dari 8 persen, keuntungan baru benar-benar terealisasi jika harga emas terus naik signifikan sebelum dijual kembali ke Antam atau mitra penjualan resmi.
"Investor yang membeli emas sebagai instrumen lindung nilai (hedging) sebaiknya tidak terlalu fokus pada pergerakan harian. Emas adalah aset jangka panjang," ujar analis komoditas dari salah satu perusahaan sekuritas terkemuka.
Para analis melihat potensi penguatan harga emas masih terbuka lebar dalam jangka pendek. Jika rupiah terus tertekan dan ketegangan geopolitik belum mereda, bukan tidak mungkin harga emas Antam bisa menembus level Rp2.750.000 per gram dalam dua pekan ke depan.
Faktor lain yang perlu dicermati adalah keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) pada RDG bulan ini. Jika BI kembali menahan suku bunga di level 5,75 persen, tekanan terhadap rupiah bisa berlanjut dan semakin mendongkrak harga emas domestik.